Berita

Utusan Trump Temui Putin Bahas Syarat Damai Konflik Ukraina

1
×

Utusan Trump Temui Putin Bahas Syarat Damai Konflik Ukraina

Sebarkan artikel ini
Presiden Rusia Vladimir Putin saat melakukan pembicaraan dengan utusan Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk membahas potensi perdamaian di Ukraina.

Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pembicaraan selama lebih dari tiga jam dengan dua utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, pada Senin (7/9/2026) untuk membahas potensi penyelesaian perang Ukraina yang telah berlangsung selama lebih dari empat setengah tahun.

Dilansir dari Reuters, pihak Kremlin menggambarkan pertemuan tersebut sebagai langkah yang sangat bermanfaat, meskipun belum ada terobosan konkret yang dicapai untuk mengakhiri konflik bersenjata antara kedua negara.

Ajudan Kremlin Yuri Ushakov menyatakan bahwa kedua utusan Presiden AS Donald Trump tersebut menyampaikan sejumlah gagasan mengenai kemungkinan jalan keluar dari krisis, namun ia tidak memerinci isi usulan tersebut secara mendalam.

“Secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa perundingan tersebut berlangsung pada waktu yang tepat dan sangat bermanfaat bagi kedua pihak,” kata Ushakov.

Selain membahas isu perang, pembicaraan tersebut juga mencakup sektor ekonomi serta potensi proyek besar antara Rusia dan Amerika Serikat yang dianggap saling menguntungkan.

“Pembicaraan berlangsung lebih jauh daripada sekadar pertukaran pandangan mengenai penyelesaian krisis Ukraina,” ujar Ushakov.

Posisi dasar Moskow tetap tidak berubah karena Putin menegaskan bahwa pasukannya masih terus membuat kemajuan di medan perang dan yakin dapat mencapai tujuan militernya.

Putin juga menekankan perlunya menyelesaikan apa yang disebut sebagai akar penyebab konflik, sebuah istilah yang merujuk pada tuntutan strategis Rusia terkait arsitektur keamanan Eropa.

Kunjungan Witkoff dan Kushner merupakan yang pertama sejak Januari, dan mereka dijadwalkan untuk bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Kyiv pada hari berikutnya.

Utusan investasi Putin, Kirill Dmitriev, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyebut kunjungan para utusan ini sebagai langkah penting dalam proses perdamaian.

Sebelum perundingan dimulai, Putin memuji upaya Trump dalam mendorong penyelesaian perang melalui pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah.

“Memahami bahwa ia sedang memasuki situasi yang sulit, ia tetap tidak menghentikan upayanya untuk membantu mewujudkan penyelesaian dan memberikan kontribusinya dalam menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina,” kata Putin.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat memiliki proposal baru untuk mengakhiri perang, meskipun ia belum memberikan rincian spesifik mengenai isi usulan tersebut.

Demi keamanan para utusan, militer Rusia diperintahkan untuk menahan diri dari serangan terhadap Kyiv selama tiga hari selama perjalanan diplomatik tersebut berlangsung.

Di sisi lain, Zelenskyy menyatakan bahwa Ukraina siap menahan diri dari serangan terhadap Moskow selama periode kunjungan tersebut.

Seorang sumber yang dekat dengan Kremlin menyatakan bahwa Putin masih berambisi menguasai sisa wilayah Donetsk sebelum akhir tahun berdasarkan laporan dari komandan militernya.

Sebaliknya, Ukraina tetap menolak tuntutan untuk menyerahkan wilayah yang masih dipertahankan karena menganggap hal tersebut sebagai bentuk penyerahan diri secara total.

Tuntutan Rusia agar Ukraina menyerahkan empat kawasan yang diklaim Moskow serta membatalkan rencana bergabung dengan NATO tetap menjadi batu sandungan utama dalam setiap negosiasi.

Pertemuan ini dinilai lebih sebagai upaya pembukaan kembali kanal komunikasi daripada sebuah tanda bahwa perdamaian akan segera tercapai di tengah eskalasi militer yang masih terus berlanjut.