Semarang, Jawa Tengah – Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi membuka perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Semarang, pada Sabtu (12/9/2026), dengan menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Dilansir dari Republika.co.id, kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 20 September 2026 ini diharapkan menjadi momentum strategis bagi peserta dan masyarakat luas untuk mengimplementasikan sikap Qurani sebagai landasan perilaku sehari-hari.
Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Al Quran tidak seharusnya sekadar menjadi bacaan seremonial dalam pembukaan acara, melainkan harus diresapi pesan-pesannya untuk diaplikasikan dalam setiap pengambilan keputusan.
“Al Quran diturunkan untuk dibaca, dipahami, dan ditadaburi pesan-pesannya,” kata Nasaruddin Umar.
Dalam lingkup keluarga, menteri menekankan bahwa sikap Qurani harus diwujudkan melalui praktik kasih sayang, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap hak-hak anggota keluarga tanpa adanya kekerasan.
Pada lingkungan kerja, ia menuntut para pejabat dan pekerja untuk mencerminkan nilai amanah, kedisiplinan, dan profesionalisme yang jauh dari praktik korupsi maupun penyalahgunaan wewenang.
“Al Quran tidak boleh hanya terdengar pada pembukaan acara, tetapi kehilangan daya pengaruhnya ketika kita mengelola anggaran, menggunakan kewenangan, memberikan pelayanan, dan mengambil keputusan,” ujar Nasaruddin Umar.
Terkait kehidupan sosial, menteri mendorong masyarakat untuk menerapkan prinsip ta’aruf, ta’awun, dan tabayyun guna menangkal penyebaran hoaks serta ujaran kebencian yang dapat merusak persaudaraan.
Dalam konteks kebangsaan, ia menyatakan bahwa kedekatan seseorang dengan Al Quran harus berbanding lurus dengan peningkatan akhlak, santun dalam bertutur, serta kontribusi nyata bagi kerukunan di Indonesia.
Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI ini melibatkan total 2.242 peserta, yang terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan.
Seluruh rangkaian perlombaan tersebut tersebar di 12 arena yang berlokasi di wilayah Kota Semarang.
Para peserta akan berkompetisi dalam delapan cabang lomba yang mencakup 24 golongan dan 48 kategori yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara.
Pemerintah berharap ajang ini dapat memperkuat posisi nilai-nilai agama sebagai panduan moral dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Seluruh rangkaian kegiatan ini diproyeksikan selesai sesuai jadwal pada akhir pekan depan dengan mengedepankan objektivitas penilaian dan sportivitas peserta.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.







