Fenesia – Israel meningkatkan eskalasi militer dengan melancarkan serangan lintas batas ke enam negara hanya dalam 72 jam di awal minggu ini. Serangan udara tersebut menewaskan ratusan orang serta merusak fasilitas sipil dan militer, memicu kekhawatiran meluasnya konflik regional.
Salah satu insiden paling menonjol terjadi di ibu kota Qatar, Doha, pada Selasa (9/9/2025). Sebuah ledakan menghantam kompleks pimpinan Hamas, menewaskan enam orang, termasuk putra seorang pejabat senior Hamas dan seorang petugas keamanan Qatar. Pemerintah Qatar mengecam keras tindakan Israel ini, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.
Dalam rentang waktu singkat, Israel menyerang Palestina, Lebanon, Suriah, Tunisia, Qatar, dan Yaman. Operasi militer ini menambah daftar panjang negara yang terdampak serangan Israel sejak konflik di Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Serangan dimulai pada Senin di Gaza, ketika gempuran udara menewaskan 67 orang dan melukai 320 lainnya. Empat belas korban meninggal saat mencari bantuan, sementara enam orang, termasuk dua anak, dilaporkan tewas akibat kelaparan.
Masih pada hari Senin, jet tempur Israel menyerang distrik Bekaa dan Hermel di Lebanon, menewaskan lima orang. Militer Israel mengklaim targetnya adalah gudang senjata milik Hezbollah.
Serangan berlanjut ke Suriah pada Senin malam. Jet Israel menghantam pangkalan udara di Homs dan barak militer dekat Latakia. Pemerintah Suriah mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan dan ancaman langsung terhadap kedaulatan negara.
Di malam yang sama, Tunisia turut menjadi sasaran. Kapal Family Boat dari Global Sumud Flotilla diserang drone di pelabuhan Sidi Bou Said. Api sempat melahap dek kapal namun berhasil dipadamkan, dan seluruh penumpang dilaporkan selamat.
Pada Selasa, serangan di Gaza kembali berlanjut, menewaskan 83 orang dan melukai 223 lainnya. Israel menghantam gedung-gedung bertingkat dan infrastruktur sipil di Gaza City, memaksa ribuan warga mengungsi.
Setelah serangan di Qatar, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Dr Majed Al Ansari, menyatakan, “Negara Qatar mengecam keras serangan ini dan menegaskan tidak akan mentolerir perilaku Israel yang ceroboh ini.”
Malam harinya, Tunisia kembali menjadi sasaran. Kapal Alma berbendera Inggris diserang drone di perairan dekat Sidi Bou Said. Tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan di bagian dek atas kapal.
Rangkaian serangan ditutup pada Rabu pagi dengan gempuran ke Yaman. Israel menargetkan bandara Sanaa dan posisi Houthi. Serangan ini merupakan yang kedua dalam sebulan terakhir terhadap lokasi yang sama.
Serangan-serangan ini merupakan kelanjutan dari operasi militer Israel sejak 7 Oktober 2023, menyusul serangan Hamas yang menewaskan sekitar 1.200 orang. Sejak itu, Israel memperluas operasi militernya ke berbagai negara lain.
Selain serangan ke Gaza yang telah menewaskan lebih dari 64.000 orang, Israel juga melancarkan serangan ke Iran pada Juni 2025 bersama Amerika Serikat, menargetkan instalasi militer dan nuklir. Kelompok bersenjata regional, seperti Hezbollah di Lebanon dan Houthi di Yaman, juga terlibat dengan menembakkan roket ke Israel dan menyerang kapal di Laut Merah. Kondisi ini menunjukkan bahwa perang Gaza telah berkembang menjadi konflik regional dengan dampak yang semakin luas.







