Ecozone

IHSG Menguat, Investor Asing Borong Saham BBRI dan BMRI Rp2,3 Triliun

4
×

IHSG Menguat, Investor Asing Borong Saham BBRI dan BMRI Rp2,3 Triliun

Sebarkan artikel ini
Tampilan layar pergerakan grafik Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
IHSG menguat 1,82% ke level 6.636,475 didorong aksi beli bersih investor asing senilai Rp2,3 triliun.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 1,82% selama periode perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (5/9/2026), didorong oleh aksi beli bersih investor asing senilai Rp 2,3 triliun.

Dilansir dari keterangan resmi Bursa Efek Indonesia, penguatan indeks tersebut membawa IHSG ditutup pada level 6.636,475, meningkat 118,354 poin dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya di angka 6.518,121.

Sepanjang pekan tersebut, IHSG terpantau bergerak fluktuatif dalam rentang 6.476,175 hingga 6.704,125.

Data bursa menunjukkan investor asing mencatatkan nilai pembelian saham mencapai Rp 32,58 triliun berbanding nilai penjualan sebesar Rp 30,27 triliun.

Meskipun terjadi aksi beli bersih mingguan, posisi kumulatif investor asing sepanjang tahun 2026 masih mencatatkan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp 68,05 triliun.

Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Aulia Noviana Utami Putri, menyatakan bahwa aktivitas perdagangan saham mengalami peningkatan signifikan.

“Rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami peningkatan tertinggi sebesar 35,9% menjadi 48,99 miliar lembar saham dari 36,05 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” kata Aulia.

Kenaikan IHSG secara keseluruhan didominasi oleh kinerja saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi motor utama dengan penguatan 6,27% yang berkontribusi sebesar 29,19 poin terhadap indeks.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul dengan kenaikan 3,47% yang menyumbang 19,85 poin, sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 4% dengan kontribusi 13,88 poin.

Selain sektor perbankan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 10,53%, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) melonjak 33,85%, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 16,05%.

Di sisi lain, penguatan indeks sempat tertahan oleh koreksi pada beberapa saham berkapitalisasi besar seperti PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang turun 5,32%.

Saham lain yang menekan laju indeks meliputi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Berdasarkan nilai transaksi, saham BBRI menempati posisi teratas dengan nilai Rp 4,65 triliun, diikuti oleh BBCA senilai Rp 4,43 triliun dan BMRI sebesar Rp 4,07 triliun.

Untuk menjaga momentum pasar, pihak bursa akan menyelenggarakan Public Expose Live 2026 pada 7-11 September 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia.

Kegiatan tersebut dijadwalkan menghadirkan 45 perusahaan tercatat untuk memaparkan kinerja serta prospek bisnis mereka kepada publik secara virtual.

“Public Expose Live 2026 menjadi salah satu agenda utama yang perlu diperhatikan oleh investor,” kata Aulia.

Aulia menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara tersebut terbuka untuk masyarakat umum, investor, maupun calon investor secara gratis.

“Public Expose Live 2026 terbuka bagi seluruh masyarakat, termasuk investor dan calon investor, serta dapat diikuti secara gratis,” ujar Aulia.