News

Badan Geologi Duga Dentuman di Bandung Berasal dari Anak Krakatau

9
×

Badan Geologi Duga Dentuman di Bandung Berasal dari Anak Krakatau

Sebarkan artikel ini
Gunung Anak Krakatau yang sedang aktif erupsi dengan status Siaga Level III
Badan Geologi menduga dentuman keras di Bandung berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Bandung – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa suara dentuman keras dan getaran yang dirasakan masyarakat di wilayah Bandung Raya serta sejumlah daerah di Jawa Barat, Banten, dan Lampung pada Sabtu (5/9/2026) diduga kuat berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dilansir dari Badan Geologi, dentuman tersebut berkaitan langsung dengan rangkaian erupsi yang masih berlangsung hingga saat ini dengan status gunung api berada pada Level III atau Siaga.

“Suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan,” kata Kepala Badan Geologi Lana Saria.

Pihak otoritas geologi secara tegas melarang masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk memasuki atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.

Langkah pembatasan ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap ancaman bahaya berupa awan panas, lava, lontaran batu pijar, dan potensi hujan abu lebat yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.

“Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, dan lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat,” ujar Lana Saria.

Masyarakat yang berdomisili di wilayah pesisir pantai Provinsi Banten dan Lampung diminta untuk tetap tenang dan menjalankan kegiatan seperti biasa sembari terus memantau arahan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Fenomena suara misterius ini sebelumnya sempat memicu keresahan warga di Bandung Raya yang mengaku mendengar dentuman keras hingga menyebabkan kaca rumah bergetar sejak malam hari.

Laporan mengenai suara dentuman tersebut datang dari berbagai titik, termasuk wilayah Bandung Barat, Padasuka di Cimahi, hingga kawasan Majalaya dan Cikancung di Kabupaten Bandung.

“Ada suara dentuman sampai kaca bergetar di Bandung Barat,” kata seorang warga bernama Ilham.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga di wilayah lainnya seperti Sukabumi dan Cianjur yang turut merasakan dampak getaran atmosfer akibat erupsi tersebut.

“Di Padasuka terdengar juga,” kata warga lainnya bernama Lingga.

Di lokasi lain, warga di Majalaya dan Cikancung juga mengonfirmasi mendengar suara serupa, yang memicu spekulasi luas di media sosial dan grup percakapan daring terkait asal usul dentuman tersebut.

“Di Majalaya, Cikancung terdengar,” kata warga bernama Bang Ule.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung saat ini tengah melakukan analisis lebih lanjut dan akan segera menyampaikan informasi teknis terkait fenomena suara dentuman tersebut kepada publik.

Hingga saat ini, pemantauan terhadap aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara intensif oleh pihak Badan Geologi guna memberikan peringatan dini kepada masyarakat terdampak.