Berita

Erick Thohir Jadi Menpora, Pendidikan Mentereng hingga Gelar Doktor Kehormatan

142
×

Erick Thohir Jadi Menpora, Pendidikan Mentereng hingga Gelar Doktor Kehormatan

Sebarkan artikel ini
4f7d7f46c7800f8b11ca872bc2723cb6.jpg
4f7d7f46c7800f8b11ca872bc2723cb6.jpg

Jakarta – Erick Thohir resmi diangkat menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Kabinet Merah Putih untuk periode hingga 2029. Pengangkatan ini berlaku mulai Rabu, 17 September 2025, menggantikan Dito Ariotedjo yang telah dicopot dari jabatan Menpora pada 8 September lalu. Erick, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri BUMN, memang dikenal dekat dengan dunia olahraga, pernah menjadi Presiden Klub Sepak Bola Inter Milan dan kini menjabat sebagai Ketua PSSI.

Lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970, Erick Thohir menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. Ia bahkan pernah menerima gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Brawijaya (UB).

Erick memulai pendidikannya di sekolah swasta Katolik, SD dan SMP Asisi di Tebet, Jakarta Selatan hingga tahun 1985. Ia kemudian melanjutkan ke SMAN 3 Jakarta Selatan. Ayahnya, Mochamad Thohir, yang merupakan seorang pengusaha, menyekolahkan Erick di berbagai jenis sekolah agar ia memahami keberagaman Indonesia sejak kecil.

Untuk pendidikan tinggi, Erick pindah ke Amerika Serikat. Ia meraih gelar Bachelor of Arts dari American College dengan jurusan Periklanan. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan S2 di National University, California, AS, dan mendapatkan gelar Master of Business Administration pada tahun 1993, juga dengan mengambil jurusan Periklanan. Berdasarkan laman profil di situs resmi BUMN, Erick juga meraih gelar Associate of Arts bidang Komunikasi dari Glendale College.

Pada 3 Maret 2023, Erick Thohir dianugerahi gelar Doktor Kehormatan atau Honoris Causa dalam bidang Manajemen Strategi oleh Universitas Brawijaya.

Namun, penganugerahan gelar ini sempat menuai pertentangan dari sekitar 80 mahasiswa. Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Resah (Amarah) Universitas Brawijaya menolak pemberian gelar tersebut dan melakukan demonstrasi di dekat gedung Samantha Krida kampus di Malang, Jawa Timur.

“Tidak ada transparansi kepada mahasiswa bagaimana Universitas Brawijaya memberikan gelar Doktor Honoris Causa, padahal dalam aturannya jelas bahwa seorang tokoh dalam bidang keilmuan, kemanusiaan, dan lain halnya,” kata Koordinator Lapangan Aksi, Ginting, pada Jumat (3/3/2023).

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Abdul Ghofar menjelaskan bahwa penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa telah melalui proses akademik yang ketat dan berjenjang selama 1,5 tahun. Ia menilai, Erick Thohir memiliki pemikiran “out of the box” yang melintasi berbagai disiplin ilmu.

“Pak Erick bagi kami adalah figur perubahan transformasi yang terus bergerak dalam berbagai keadaan meskipun sulit sekali pun,” tambah Abdul.

Ketua Pelaksana Kegiatan Universitas Brawijaya, Hendi Subandi, juga menyatakan bahwa penganugerahan gelar ini sudah sesuai regulasi dan disetujui oleh Senat Akademik FEB maupun universitas. Hendi menyebut Universitas Brawijaya mengapresiasi kontribusi Erick pada bidang manajemen strategi, khususnya melalui implementasi strategi transformasi bisnis di BUMN.

“Erick Thohir secara aktivitas akademik telah membuktikan dedikasinya dengan aktif berkontribusi dalam penyemaian ilmu pengetahuan melalui forum-forum akademik di dalam dan luar negeri,” ucap Hendi.

Pelatih tim nasional Portugal Jorge Jesus saat memberikan keterangan pers terkait polemik internal tim
Berita

Ringkasan Berita: Jorge Jesus akhirnya membaca pernyataan Cristiano Ronaldo soal polemik di Timnas Portugal, tetapi memilih tak membalas tudingan CR7. Sebelumnya, Ronaldo merasa Jorge Jesus dua kali mengingkari janji, termasuk saat tidak dimainkan melawan Norwegia meski disebut sudah sepakat tampil 30 menit. Di tengah konflik, Ronaldo belum berniat pensiun dari Portugal dan masih mengejar 1.000 gol. Saat ini CR7 telah mengoleksi 979 gol….