Jakarta – Pemerintah membidik transaksi senilai Rp30 triliun melalui program Belanja di Indonesia Aja (BINA)-Indonesia Great Sale (IGS) 2025.
Target ambisius ini melibatkan partisipasi aktif dari 412 pusat perbelanjaan yang tersebar di 24 provinsi.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa BINA-IGS 2025 merupakan sebuah inisiatif kolaboratif.
Tujuannya adalah untuk menggairahkan belanja di dalam negeri sekaligus mempromosikan produk-produk lokal unggulan.
“Ada korelasi erat antara wisatawan dan wisata belanja,” kata Widi saat membuka BINA-IGS 2025 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Widi mengungkapkan, sekitar 27 persen wisatawan Indonesia termotivasi untuk berbelanja saat melakukan perjalanan wisata, baik di dalam maupun luar negeri.
Menurutnya, wisata belanja memegang peranan krusial dalam mendorong pertumbuhan perjalanan dan kunjungan wisatawan, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 997,91 juta pada periode Januari-Oktober 2025, meningkat 18,89 persen.
Sementara itu, Indonesia mencatat kedatangan 12,76 juta wisatawan mancanegara, tumbuh 10,32 persen, dengan Malaysia sebagai kontributor terbesar.
Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara mencapai 1.259 dolar AS pada kuartal I-III 2025. Sektor pariwisata menyumbang devisa sebesar 13,82 miliar dolar AS.
Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB Indonesia tercatat sebesar 3,96 persen pada tiga kuartal tersebut. Bank Mandiri memproyeksikan kontribusi pariwisata terhadap PDB dapat mencapai 14,9 persen.
Widi menekankan pentingnya kebijakan tax refund dalam sektor pariwisata.
Menurutnya, ini adalah insentif strategis untuk mendorong wisatawan agar berbelanja lebih banyak dan tinggal lebih lama di Indonesia.
“Dengan tax refund, belanja menjadi bagian dari pengalaman wisata, produk lokal naik kelas, dan daya saing destinasi meningkat,” jelas Widi.
Kementerian Pariwisata juga mendorong online travel agent untuk meningkatkan penjualan paket wisata.
Sebanyak 23 mitra industri telah menyusun 65 paket wisata yang mendukung pengembangan wisata belanja.






