Ecozone

Cek Kuota SNBP 2026 di snpmb.id, Masa Sanggah Berakhir Hari Ini

202
×

Cek Kuota SNBP 2026 di snpmb.id, Masa Sanggah Berakhir Hari Ini

Sebarkan artikel ini
ee94afdeedd019908847cd4f8479876a.jpg
ee94afdeedd019908847cd4f8479876a.jpg

Fenesia – Kabar penting bagi sekolah dan siswa kelas 12! Kuota sekolah untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 telah resmi diumumkan hari ini, Senin (29/12/2025).

Pengumuman ini menjadi penentu bagi sekolah dalam mempersiapkan siswanya menghadapi SNBP tahun depan. Sekolah kini dapat segera memeriksa kuota yang diperoleh dan mengajukan sanggahan jika terdapat ketidaksesuaian data.

Kuota sekolah SNBP 2026 menentukan jumlah siswa *eligible* dari setiap sekolah yang berhak mengikuti seleksi tanpa tes ini. Siswa *eligible* adalah mereka yang memenuhi syarat dan dinilai layak untuk mendaftar.

Setelah kuota ditetapkan, siswa *eligible* dapat mulai melakukan registrasi akun SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) yang akan dibuka pada Januari 2026. Pendaftaran SNBP sendiri dijadwalkan mulai 3 Februari 2026.

Tim SNPMB sebelumnya telah mengingatkan pihak sekolah untuk memastikan data siswa *eligible* telah diinput dengan benar ke dalam PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa) sesuai jadwal. Keterlambatan pengunggahan data dapat berakibat fatal, membuat siswa *eligible* tidak bisa mendaftar SNBP.

Penentuan kuota sekolah didasarkan pada akreditasi sekolah dan pemanfaatan e-Rapor. Berikut adalah rinciannya:

1. Akreditasi A: 40 persen siswa terbaik di sekolah
2. Akreditasi B: 25 persen siswa terbaik di sekolah
3. Akreditasi C dan lainnya: 5 persen siswa terbaik di sekolah

Sekolah yang menggunakan e-Rapor dalam pengisian PDSS akan mendapatkan tambahan kuota sebesar 5 persen.

Untuk menghitung kuota, persentase akreditasi dikalikan dengan jumlah total siswa per jurusan atau peminatan. Misalnya, jika sekolah dengan akreditasi A memiliki 100 siswa jurusan IPA, maka 40 siswa dengan nilai rapor tertinggi berhak mendaftar SNBP 2026.

Bagaimana cara cek kuota sekolah?

Sekolah dan siswa dapat mengakses informasi kuota secara online melalui situs resmi SNPMB:

1. Buka situs https://snpmb.id/
2. Klik menu “SNBP”
3. Pilih menu “Kuota Sekolah”
4. Lakukan pencarian menggunakan NPSN sekolah atau berdasarkan lokasi sekolah (Provinsi/Kabupaten/Kota)
5. Tunggu hingga hasil pencarian muncul.

Lalu, siapa saja yang termasuk siswa *eligible*? Berikut kriterianya:

1. Siswa SMA/SMK/MA kelas XII pada tahun 2026 yang memiliki prestasi unggul.
2. WNI dan memiliki NIK.
3. Memiliki NISN dan terdaftar di PDSS.
4. Memiliki nilai rapor yang telah diisikan di PDSS.
5. Wajib mengunggah portofolio bagi yang memilih program studi Bidang Seni & Olahraga.
6. Memiliki kesehatan yang memadai.
7. Memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN.

Berikut adalah jadwal penting terkait SNBP 2026:

* Pengumuman Kuota Sekolah: 29 Desember 2025
* Masa Sanggah Kuota: 29 Desember 2025 – 15 Januari 2026 (jika ada kesalahan data akreditasi/jumlah siswa)
* Registrasi Akun Siswa: 12 Januari – 18 Februari 2026

Kepingan emas batangan dengan latar belakang grafik pasar keuangan yang menunjukkan tren harga
Ecozone

Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat (9/10/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada Rabu (7/10/2026). Pergerakan emas dipengaruhi kekhawatiran inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi serta prospek kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.147,77 per ons troi pada pukul 00.43 GMT. Sementara…

Gedung Federal Reserve di Washington DC dengan latar belakang bendera Amerika Serikat
Ecozone

Risiko inflasi yang masih berada di atas target 2% membuat Federal Reserve (The Fed) tetap membuka peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) sebelum akhir 2026. Hal tersebut tercermin dalam risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) 15–16 September 2026 yang dirilis pada Rabu (7/10/2026). Dalam rapat tersebut, The Fed menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 3,75%–4,00%. Mayoritas pejabat The Fed menilai…