Ecozone

BTN Dorong Kenaikan Suku Bunga FLPP Jadi 6-7 Persen

91
×

BTN Dorong Kenaikan Suku Bunga FLPP Jadi 6-7 Persen

Sebarkan artikel ini
28ca8799926b6964ddbfdf7b9d03f2d2.jpg
28ca8799926b6964ddbfdf7b9d03f2d2.jpg

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) mengusulkan agar suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dinaikkan menjadi sekitar 6-7 persen. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menilai suku bunga FLPP yang saat ini sebesar 5 persen masih terlalu rendah.

Usulan tersebut disampaikan Nixon dalam rapat bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 21 Agustus 2025. Ia menegaskan bahwa rendahnya suku bunga FLPP menjadi salah satu tantangan bagi BTN.

“Suku bunga FLPP yang kami rasa hari ini masih sangat terlalu rendah, yaitu 5 persen,” ujar Nixon.

Nixon menyatakan, permintaan kenaikan suku bunga ini telah disampaikan kepada pemerintah dan sedang dalam proses penyesuaian. “Kami sudah bicara dengan pemerintah, mudah-mudahan ada lampu hijau, kami usulkan antara 6 sampai 7 persen,” katanya.

Untuk meminimalkan dampak kenaikan terhadap angsuran masyarakat, BTN mengusulkan penambahan tenor KPR sekitar dua hingga lima tahun. Dengan demikian, angsuran bulanan diperkirakan dapat turun sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu, sehingga tidak terlalu memberatkan masyarakat yang ingin membeli rumah.

Selain itu, BTN juga mengusulkan agar suku bunga pinjaman dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF) dapat diturunkan. Sebanyak 25 persen sumber dana pembiayaan FLPP berasal dari pinjaman SMF, selain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Ini kami juga sedang mengusulkan agar suku bunganya di-adjust turun,” jelas Nixon. Ia menambahkan, suku bunga pinjaman kepada SMF saat ini sebesar 4,45 persen, sementara suku bunga yang ditarik dari konsumen hanya 5 persen. “Sama-sama lembaga pemerintah, tapi kami mintakan agar mereka juga mampu menyesuaikan penurunan suku bunga yang kami rasakan cukup mahal untuk pembiayaan FLPP ini,” tutupnya.