Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada periode 3 hingga 8 Januari 2026. Hujan lebat disertai angin kencang menjadi ancaman utama.
Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang aktif, termasuk fenomena La Nina lemah dan seruakan udara dingin. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.
Sebelumnya, pada akhir Desember 2025, curah hujan tinggi telah tercatat di beberapa daerah, seperti Ketapang, Kepulauan Bangka Belitung, Bogor, Sambas, dan Toraja.
Wilayah yang Berpotensi Terdampak
Untuk periode 3-4 Januari 2026, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, DI Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Hujan lebat disertai petir berpotensi melanda Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.
Angin kencang diperkirakan terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Sementara itu, pada 5-8 Januari 2026, hujan sedang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Hujan lebat disertai petir berpotensi meluas ke Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.
Angin kencang diperkirakan masih akan terjadi di Aceh, Kepulauan Riau, dan Maluku.
Dampak Siklon Tropis IGGY
Meskipun Siklon Tropis IGGY terpantau bergerak menjauhi Indonesia, BMKG memperkirakan sistem tersebut masih dapat memicu peningkatan curah hujan, terutama di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.
Gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur, serta Samudra Hindia selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terkini mengenai cuaca dan peringatan dini melalui kanal-kanal resmi BMKG, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat juga diminta untuk berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama yang melibatkan perjalanan dan kegiatan di luar ruangan.






