Jakarta – Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) memanfaatkan ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 yang berlangsung di JCC Senayan pada Senin (14/9/2026) untuk memperluas sosialisasi peran serta program pengembangan bola basket di seluruh wilayah Indonesia.
Dilansir dari Republika, kehadiran federasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai posisi FIBA sebagai badan pengatur olahraga bola basket dunia sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem basket nasional.
Country Manager FIBA Indonesia Rufiana menyatakan bahwa inisiatif ini dilakukan karena masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai keberadaan kantor perwakilan FIBA di Indonesia.
“Karena tidak semua orang mengenal bola basket, makanya kita di sini mau menunjukkan dan memperkenalkan bahwa di Indonesia pun sekarang ada International Federation untuk bola basket, namanya FIBA,” kata Rufiana.
FIBA Indonesia turut memamerkan sejumlah agenda internasional, termasuk FIBA Women’s Basketball World Cup 2026 di Jerman dan FIBA Basketball World Cup 2027 di Qatar.
Indonesia telah mendapatkan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah bagi FIBA 3×3 Challenger serta FIBA 3×3 Women’s Series yang akan berlangsung secara berkelanjutan hingga tahun 2028.
Pengembangan ekosistem digital juga menjadi fokus melalui kompetisi eFIBA Competition yang menggunakan platform gim NBA 2K.
Agenda jangka panjang FIBA di Indonesia mencakup berbagai kejuaraan kelompok umur, seperti FIBA U16 Women’s Asia Cup 2027, FIBA U-17 Women’s Basketball World Cup, FIBA U-18 Asia Cup pada 2028, serta FIBA U-19 Basketball World Cup 2029.
Seluruh penyelenggaraan turnamen internasional tersebut akan dikoordinasikan oleh Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) selaku anggota resmi FIBA.
Strategi pengembangan olahraga ini juga menyasar sektor akar rumput melalui FIBA Foundation yang mengusung pilar Basketball for Good dan Cultural Heritage.
Program Basketball for Good mencakup inisiatif seperti Mini Basketball, Youth Leadership, dan Community Impact untuk menjangkau daerah yang belum tersentuh olahraga basket secara maksimal.
Kerja sama dengan Perbasi di tingkat daerah terus diperkuat untuk memastikan aktivitas bola basket merata di seluruh pelosok negeri.
“Kita datang ke daerah-daerah, ke kota-kota yang belum terlalu terekspos oleh olahraga bola basket, kita membantu Perbasi lokal untuk bisa meningkatkan kegiatan bola basket di daerahnya,” ujar Rufiana.
Beberapa wilayah yang telah menerima program ini antara lain Sumbawa Barat, Ambon, Timika, Kulon Progo, Pangkal Pinang, dan Mataram.
Ekspansi program tersebut direncanakan berlanjut ke Makassar, Kendari, Samarinda, dan Solo dengan target jangkauan dari Sabang hingga Merauke pada tahun depan.
Melalui pilar Cultural Heritage, FIBA juga mengadakan FIBA Photo Contest 2026 sebagai wadah apresiasi seni visual olahraga.
Kehadiran FIBA pada ajang ISS 2026 dinilai efektif dalam menjaring atensi pengunjung yang sebelumnya belum memahami fungsi utama federasi tersebut.
“Banyak yang enggak tahu, jadi kita bisa jelasin apa itu FIBA, karena orang masih bingung, apa sih ini, jualan atau apa, kita jelaskan bahwa kita adalah the world governing body for basketball,” jelas Rufiana.
Peningkatan jumlah pengunjung ISS dibandingkan tahun sebelumnya menjadi indikator positif bagi FIBA untuk memperluas jangkauan informasi program mereka.
FIBA Indonesia optimistis bahwa kehadiran kantor perwakilan di Tanah Air akan memicu pemerataan minat olahraga basket di luar kota-kota besar di Pulau Jawa.
“Dengan adanya FIBA di Indonesia, diharapkan perkembangan olahraga bola basket semakin meluas dan tidak hanya berkembang di kota-kota besar saja,” tutur Rufiana.
Program-program strategis ini diharapkan mampu menarik minat lebih banyak anak-anak untuk mulai terlibat aktif dalam olahraga bola basket secara berkelanjutan.






