Berita

Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS, Indonesia Resmi Jadi Anggota Penuh

3
×

Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS, Indonesia Resmi Jadi Anggota Penuh

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT ke-18 BRICS di India sebagai anggota penuh.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT ke-18 BRICS di India untuk memperkuat kerja sama multilateral.

New Delhi, India – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di India untuk memperkuat peran aktif Indonesia dalam kerja sama multilateral pada Sabtu (12/9/2026).

Dilansir dari jpnn.com, keikutsertaan Indonesia sebagai anggota penuh dalam forum ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong tatanan ekonomi global yang lebih seimbang, inklusif, dan memberikan ruang lebih besar bagi negara-negara berkembang.

Agenda utama dalam pertemuan tingkat tinggi ini mencakup pembahasan strategis mengenai penguatan kolaborasi antarnegara berkembang di sektor pangan, energi, pembiayaan pembangunan, serta perdagangan.

Presiden Prabowo Subianto tiba di Air Force Station (AFS) Palam, New Delhi pada Jumat malam untuk memulai rangkaian agenda kenegaraan tersebut.

Penyambutan resmi dilakukan oleh Menteri Negara Urusan Batu Bara dan Pertambangan India, Shri Satish Chandra Dubey, bersama dengan perwakilan diplomatik Indonesia serta pejabat militer setempat.

Setibanya di bawah tangga pesawat, Presiden Prabowo Subianto menerima penghormatan melalui jajar pasukan kehormatan serta menyaksikan penampilan tarian tradisional khas India.

Rombongan terbatas Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta untuk melakukan kunjungan kerja luar negeri ini.

Keanggotaan penuh Indonesia dalam BRICS dipandang sebagai langkah krusial untuk memperluas jangkauan kerja sama ekonomi strategis di tingkat internasional.

Para pemimpin negara anggota BRICS dijadwalkan untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis.

Keterlibatan Indonesia dalam forum ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap stabilitas ekonomi bagi negara-negara berkembang di dunia.

Selain fokus pada isu perdagangan, pertemuan ini juga menjadi ajang dialog mengenai ketahanan energi dan keberlanjutan sektor pangan di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa partisipasi aktif dalam organisasi multilateral seperti BRICS merupakan bagian dari kebijakan luar negeri yang bebas aktif.

Dalam penyambutan di New Delhi, hadir pula KUAI KBRI New Delhi Yudho Sasongko, Atase Pertahanan RI di India Brigjen TNI (Mar) Burhanudin, serta Kepala Komandan AFS Palam Brigjen Rishabh Mittal.

Turut menyambut kedatangan delegasi Indonesia adalah Additional Secretary (South) Kementerian Luar Negeri India, Prashant Agrawal.

Seluruh rangkaian kegiatan KTT BRICS ke-18 ini akan berlangsung selama dua hari guna memastikan seluruh agenda pembahasan berjalan secara komprehensif.

Diplomasi ekonomi menjadi prioritas utama bagi delegasi Indonesia dalam memastikan kepentingan nasional tetap terjaga di kancah global.

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di India menandai langkah konkret Indonesia dalam memperkuat posisi tawarnya di antara negara-negara berkembang anggota BRICS.