Jakarta – PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) memperkuat fundamental operasional untuk menjaga daya saing di tengah dinamika industri nikel global pada Senin (7/9/2026).
Dilansir dari rilis resmi perusahaan, langkah strategis ini dilakukan untuk menghadapi tekanan pasar internasional yang dipicu oleh kebijakan tarif Amerika Serikat serta fluktuasi harga komoditas di London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Futures Exchange (SHFE).
Upaya penguatan tersebut mencakup peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, transformasi hijau, serta penguatan hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
VDNI mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 sebagai bukti ketahanan operasional di tengah pelemahan harga baja tahan karat global.
Manajemen VDNI menyatakan bahwa fokus perusahaan saat ini adalah meningkatkan stabilitas produksi melalui optimalisasi proses dan efisiensi di seluruh lini rantai produksi.
Perusahaan menjalin kolaborasi strategis dengan China First Heavy Industries (CFHI) untuk memperkuat kapabilitas organisasi dan operasional.
Dukungan dari CFHI difokuskan pada pemutakhiran teknologi, optimalisasi proses Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF), serta penguatan integrasi koordinasi internal.
“Dukungan CFHI menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi VDNI, baik melalui peningkatan kapabilitas operasional, pemutakhiran teknologi, maupun optimalisasi teknologi RKEF,” kata manajemen VDNI.
Perusahaan menargetkan peningkatan kinerja produksi yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
VDNI juga mulai menerapkan sistem logistik rendah karbon dengan memanfaatkan alat angkut berat berbasis tenaga listrik di kawasan industri.
Inisiatif ramah lingkungan tersebut bertujuan untuk mengurangi jejak karbon sekaligus mendukung agenda nasional menuju Net Zero Emission.
Dalam aspek sosial, VDNI memperkuat kolaborasi dengan masyarakat melalui program pendidikan politeknik bagi putra-putri daerah dan perlindungan pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Perusahaan turut menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menjalankan inisiatif pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan di sekitar area tambang.
Prioritas keselamatan kerja tetap menjadi pilar utama dengan mempertahankan prinsip Zero Accident melalui pencegahan risiko dan kepatuhan prosedur ketat.
Setiap pekerja diwajibkan memahami bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang tidak terpisahkan dari seluruh proses operasional perusahaan.
VDNI berkomitmen menjaga keseimbangan antara produktivitas, efisiensi, dan tanggung jawab sosial untuk memperkuat daya saing dalam ekosistem industri nikel Indonesia.
“Dengan fokus pada produktivitas, transformasi hijau, keselamatan, perlindungan lingkungan, dan kolaborasi dengan masyarakat, Perusahaan optimistis dapat terus memperkuat daya saing sekaligus memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri pengolahan nikel dan ekosistem industri di Indonesia,” ujar manajemen VDNI.







