Washington – Marc Rowan, seorang miliarder sekaligus anggota Board of Peace (BoP) yang ditunjuk Presiden AS Donald Trump, terungkap menyumbangkan dana sebesar 1,5 juta dolar AS kepada kelompok super PAC pro-Israel, United Democracy Project, untuk memengaruhi hasil pemilu di tengah perannya dalam menentukan kebijakan masa depan Gaza pada Senin (7/9/2026).
Dilansir dari The Intercept, catatan Komisi Pemilihan Umum Federal menunjukkan bahwa CEO Apollo Global Management tersebut memberikan kontribusi finansial signifikan kepada organisasi yang berafiliasi dengan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) sepanjang tahun ini.
Dokumen tersebut memerinci bahwa Rowan menyumbangkan 1 juta dolar AS pada awal Maret, yang bertepatan dengan upaya United Democracy Project dalam menjegal kandidat pengkritik kebijakan militer AS terhadap Israel, termasuk anggota DPR Thomas Massie.
Sumbangan tambahan sebesar 500.000 dolar AS diberikan pada 23 Juli, hari yang sama ketika super PAC tersebut mendanai operasi kampanye melawan kandidat progresif seperti Abdul El-Sayed di Michigan dan Cori Bush di Missouri.
Keterlibatan finansial Rowan memicu kritik luas karena posisinya sebagai anggota dewan yang dibentuk Trump untuk mengelola rencana pembangunan kembali wilayah Gaza pascaperang.
“Kini dia duduk di dewan yang akan menentukan masa depan Gaza,” kata Direktur Advokasi Democracy for the Arab World Now, Raed Jarrar.
“Warga Palestina tidak memilihnya, begitu pula pemilih Amerika, sehingga baik warga Amerika maupun Palestina berhak mengetahui kepentingan siapa yang sebenarnya sedang diperjuangkan,” ujar Raed Jarrar.
Rowan sendiri telah memaparkan visi ekonomi untuk Gaza dalam pertemuan dewan bulan Februari, di mana ia mengestimasi potensi nilai aset wilayah tersebut mencapai 115 miliar dolar AS.
“Potensinya sangat besar, ini bukan masalah uang atau jaminan, melainkan masalah perdamaian,” kata Rowan dalam presentasi tersebut.
Ia berargumen bahwa pengelolaan aset tersebut di bawah pengawasan Dewan Perdamaian dapat menciptakan pengelolaan sumber daya yang bebas konflik demi kepentingan penduduk setempat.
Selain perannya di dewan, Rowan dikenal sebagai pendukung setia Israel yang telah menyumbang ke United Democracy Project sejak organisasi tersebut didirikan pada 2022.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa Rowan juga aktif dalam menekan institusi pendidikan tinggi di AS terkait penanganan demonstrasi pro-Palestina di lingkungan kampus.
Direktur Eksekutif Peace, Accountability, and Leadership PAC, Margaret DeReus, menuduh Rowan menggunakan kekayaannya untuk membungkam aspirasi bagi Palestina.
“Marc Rowan telah menggunakan posisinya untuk mencoba membungkam warga Palestina dan mencoreng nama baik mahasiswa yang memprotes genosida yang dilakukan Israel,” kata Margaret DeReus.
Hingga saat ini, baik pihak Rowan maupun perwakilan dari United Democracy Project belum memberikan tanggapan resmi terkait pengeluaran politik tersebut.
The Intercept menyatakan bahwa tidak dimungkinkan untuk melacak secara spesifik apakah sumbangan Rowan dialokasikan langsung untuk mendanai kampanye melawan kandidat tertentu.






