Ecozone

BRI Dorong Literasi Keuangan bagi Generasi Muda Indonesia

7
×

BRI Dorong Literasi Keuangan bagi Generasi Muda Indonesia

Sebarkan artikel ini
Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, berbicara mengenai pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda.
Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda di Lampung, Minggu (6/9/2026).

Lampung – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat komitmen peningkatan literasi keuangan bagi generasi muda guna membekali mereka dengan kemampuan mengelola pendapatan, membangun aset, serta merencanakan kebutuhan finansial masa depan pada Minggu (6/9/2026).

Dilansir dari pernyataan resmi perusahaan, Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, menegaskan bahwa tantangan utama generasi saat ini terletak pada pengelolaan keuangan di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital dan gaya hidup konsumtif.

Achmad Royadi menyatakan bahwa literasi keuangan idealnya diberikan sebelum seseorang memiliki penghasilan sendiri agar mereka sudah memahami cara alokasi dana ketika mulai bekerja.

Menurutnya, kebiasaan finansial yang sehat harus didasarkan pada prinsip menyisihkan sebagian pendapatan di awal, bukan menunggu sisa pengeluaran di akhir bulan.

Metode tersebut dianggap efektif dalam membantu generasi muda menentukan prioritas finansial dibandingkan sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi.

Terdapat tiga pilar utama yang menjadi bekal finansial bagi generasi muda, yakni financial discipline, financial knowledge, dan financial growth mindset.

Financial discipline diwujudkan melalui kemampuan mengatur pengeluaran, menyisihkan penghasilan secara konsisten, serta penyediaan dana darurat.

Financial knowledge mencakup pemahaman komprehensif mengenai produk tabungan, instrumen investasi, proteksi, hingga mekanisme kredit beserta risiko yang menyertainya.

Financial growth mindset mendorong generasi muda untuk tidak hanya fokus pada pendapatan saat ini, tetapi juga bagaimana mengelola aset agar memberikan nilai tambah di masa depan.

“Semakin awal kita mulai membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi, semakin panjang pula waktu yang kita miliki untuk mengembangkan aset dan memperoleh manfaat dari efek compounding,” kata Achmad Royadi.

Dalam mendukung penerapan kebiasaan sehat tersebut, BRI terus mengoptimalkan solusi digital melalui aplikasi BRImo yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan finansial pengguna.

“Teknologi jangan hanya dimanfaatkan untuk mempermudah spending,” ujar Achmad Royadi.

Ia menambahkan bahwa masyarakat harus memanfaatkan kemudahan digital untuk meningkatkan kedisiplinan dalam menabung, berinvestasi, dan mempersiapkan kebutuhan masa depan.

Selain kecakapan finansial, Achmad Royadi mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai modus financial scam yang semakin marak di era digital.

Masyarakat diimbau untuk menerapkan prinsip Stop, Check, dan Verify sebagai langkah preventif terhadap tindak kejahatan siber.

Prinsip Stop menekankan agar nasabah tidak terburu-buru mengambil tindakan saat berada dalam situasi panik atau tergiur tawaran mencurigakan.

Langkah Check dilakukan dengan memverifikasi rekening maupun transaksi secara mandiri melalui aplikasi resmi perbankan.

Sementara itu, Verify berarti melakukan konfirmasi langsung melalui kanal resmi bank apabila nasabah merasa ragu terhadap suatu instruksi atau transaksi.

“Dalam menghadapi financial scam, semakin kita didesak untuk cepat mengambil keputusan, justru semakin kita perlu berhati-hati,” kata Achmad Royadi.

Ia menyimpulkan bahwa pengelolaan keuangan yang baik harus berjalan beriringan dengan pemahaman mendalam terhadap risiko dan keamanan transaksi perbankan.