Ecozone

Ekspor Udang Kaltim Tembus 8 Negara, Volume Capai 1.385 Ton

4
×

Ekspor Udang Kaltim Tembus 8 Negara, Volume Capai 1.385 Ton

Sebarkan artikel ini
Pekerja sektor perikanan sedang memproses udang hasil budidaya untuk kebutuhan ekspor di Kalimantan Timur.
Kalimantan Timur mencatatkan volume ekspor udang sebesar 1.385,88 ton sepanjang periode Januari hingga Juli 2026.

Kalimantan Timur mencatatkan volume ekspor udang sebesar 1.385,88 ton dengan total nilai ekonomi mencapai Rp274,74 miliar sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, Jumat (28/8/2026).

Dilansir dari Antara, Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur, Irma Listiawati, menyatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan peningkatan produktivitas sektor perikanan daerah yang konsisten.

“Pencapaian volume ekspor udang ini membuktikan bahwa produktivitas sektor perikanan kita terus meningkat secara konsisten,” kata Irma.

Komoditas udang jenis Penaidae menjadi produk unggulan yang secara rutin dikirimkan ke pasar internasional berdasarkan data Kinerja Pelayanan Sertifikasi Ekspor.

Pemerintah daerah mencatat delapan negara tujuan ekspor untuk udang asal Kalimantan Timur, yakni Jepang, Tiongkok, Taiwan, Singapura, Vietnam, Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Irma menjelaskan bahwa besarnya nilai ekonomi dari ekspor tersebut memberikan dampak positif langsung terhadap kesejahteraan masyarakat nelayan dan pelaku usaha di wilayah pesisir.

“Angka penerimaan hingga ratusan miliar rupiah ini tentu sangat berdampak positif terhadap upaya peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat nelayan dan pelaku usaha pesisir,” kata Irma.

Keberhasilan menembus pasar global tersebut tidak terlepas dari komitmen pembudidaya lokal dalam menjaga standar mutu bahan baku sesuai persyaratan internasional.

Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Balikpapan berperan dalam menghimpun data tersebut melalui sistem pencatatan layanan sertifikasi ekspor yang ketat.

“Kualitas udang perairan daerah kita yang terjamin mutunya membuat komoditas ini senantiasa tetap menjadi primadona utama di kancah persaingan pasar global,” kata Irma.

Tingginya permintaan dari berbagai negara membuat aktivitas pengiriman udang dari Kalimantan Timur terus berlangsung sepanjang tahun tanpa kendala berarti.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur terus berupaya mempertahankan kualitas produk melalui penyediaan layanan sertifikasi mutu yang terintegrasi dengan instansi terkait.

Upaya penguatan sektor perikanan ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah daerah dalam mendukung program ekonomi biru nasional.

Selain fokus pada peningkatan volume, pemerintah juga memprioritaskan penguatan daya saing komoditas kelautan agar tetap relevan dengan standar keamanan pangan di pasar mancanegara.

Sinergi antara pembudidaya dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan ekspor udang di tengah ketatnya persaingan pasar internasional.

Pengembangan infrastruktur pendukung di sektor pesisir terus dilakukan guna memastikan bahwa seluruh produk perikanan yang diekspor memenuhi standar kesehatan dan lingkungan yang ditetapkan oleh negara tujuan.