Berita

36 Pebulutangkis Muda Raih Super Tiket Menuju Babak Karantina

4
×

36 Pebulutangkis Muda Raih Super Tiket Menuju Babak Karantina

Sebarkan artikel ini
36 pebulutangkis muda berpose setelah dinyatakan lolos meraih Super Tiket dalam Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus.
Sebanyak 36 pebulutangkis muda berhasil meraih Super Tiket dalam ajang Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus.

Kudus – Sebanyak 36 pebulutangkis muda berhasil meraih Super Tiket dalam ajang Audisi Umum PB Djarum 2026 yang diselenggarakan di GOR Djarum Jati, Kudus, pada Senin (14/9/2026), setelah melewati rangkaian seleksi ketat selama lima hari sejak Rabu (9/9/2026).

Dilansir dari laman resmi PB Djarum, para atlet yang terpilih tersebut kini dijadwalkan untuk mengikuti fase karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum guna menjalani dua kali fase eliminasi demi menguji bakat serta mentalitas mereka.

Peserta yang berhasil lolos dari seluruh tahapan karantina nantinya akan menerima Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation serta resmi bergabung sebagai atlet binaan PB Djarum.

Perolehan Super Tiket tersebut terbagi menjadi 18 atlet putra dan putri yang lolos melalui jalur turnamen pada kelompok usia U-11, KU 11, dan KU 12, sementara 18 atlet lainnya dipilih berdasarkan hasil pemantauan khusus dari Tim Pencari Bakat PB Djarum.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, menyatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi antusiasme para peserta, orang tua, serta pelatih yang terlibat dalam upaya menjaga keberlangsungan kaderisasi bulutangkis di Indonesia.

“Kami mengapresiasi kepada orang tua, pelatih, dan anak-anak atlet usia dini yang selalu menanti penyelenggaraan Audisi Umum, itu artinya kaderisasi mata rantai bulutangkis Indonesia tetap terpelihara dengan baik,” kata Yoppy.

Yoppy menambahkan bahwa para atlet muda harus segera mempersiapkan diri karena tantangan di tahap karantina hingga level kompetisi di PB Djarum akan jauh lebih berat dibandingkan fase seleksi awal.

Ketua Tim Pencari Bakat, Sigit Budiarto, turut memberikan apresiasi atas kegigihan para peserta yang telah menunjukkan kemampuan maksimal mereka selama proses seleksi berlangsung.

“Selamat kepada para peserta Audisi Umum PB Djarum yang berhasil mendapatkan Super Tiket, perjuangan belum berakhir karena masih ada fase karantina,” kata Sigit.

Bagi peserta yang belum berhasil, Sigit berpesan agar tidak berkecil hati dan tetap konsisten berlatih untuk meraih kesempatan di audisi tahun mendatang.

Salah satu peserta, Aldi Aprian Nugraha, mengaku senang bisa lolos ke tahap karantina setelah melakukan persiapan intensif selama satu tahun terakhir.

Senada dengan hal tersebut, Adibha Fitria mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapatkan Super Tiket dari pilihan Tim Pencari Bakat meskipun sempat gagal di babak 16 besar jalur turnamen.

Seluruh rangkaian kegiatan audisi ini tercatat diikuti oleh 1.601 peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Pulau Sumatera hingga Papua.

Daftar penerima Super Tiket jalur turnamen meliputi Selena Arraya Prasetyo, Ailsie Elaina Sembiring, Anindita Khaira Wilda, Farisa F. Zafiranihall Sya’bani Setiawan, Fiona Ayundya Putri Berlian, dan Syarifah Adshila Nugroho.

Selain itu, kategori putra jalur turnamen diisi oleh Zayn Abdullah Rajendra, Muhammad Deffran Alfarraz, Kentaro Javas Kaivan Tsaqib, Ghaozan Gaffi Algibran, Ashoka Putra Arvita, Azka Adhitama, Jethro Alexander Kemas, Muhammad Marus Sulaiman, Aldi Aprian Nugraha, Fawwaz Sani Adhipramana, Baron Baswara Putra, dan M. Ramdani Mubarok.

Sementara itu, penerima Super Tiket pilihan Tim Pencari Bakat terdiri dari Adibha Fitria, Sanabila Niyaz Faza, Vicky Lee Alison, Chloe Levona Willie, RR. Arnetta Safara Bilqish Sholeh, Lilianne Andrea Octaviany, Stefanie Tricia Laiman, Karenina Putri Inka Azzahra, dan Karina Frederika Putri Loen.

Daftar tersebut dilengkapi oleh Moreno Putra Zhulkifli, Wijaya Putra Sugiharto, Arjuna Azka Aldrich, Azka Azfar Rabbani, Muh. Rifky Harimurti Ramadhan, Feliks Zebua, Ghian Ahza Danish Adinata, Muhadad Al Azzam, serta Raziq Sahala.