Ecozone

IHSG Sentuh Rekor 8.394, Transaksi Harian Bursa Melemah Sepekan

140
×

IHSG Sentuh Rekor 8.394, Transaksi Harian Bursa Melemah Sepekan

Sebarkan artikel ini
04d9719bf45c543ea34e7af89924f378.jpg
04d9719bf45c543ea34e7af89924f378.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan sebesar 2,83 persen pada penutupan perdagangan sepekan ini, Jumat, 7 November 2025. Penguatan ini membawa IHSG ke level 8.394,5, naik dari posisi 8.163,8 pada pekan sebelumnya, sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, mengonfirmasi pencapaian tersebut dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 8 November 2025.

Selama periode 3-7 November 2025, kapitalisasi pasar BEI juga mengalami kenaikan sebesar 3,09 persen. Nilainya mencapai Rp 15.316 triliun, meningkat dari Rp 14.857 triliun pada pekan sebelumnya.

Meski demikian, rata-rata frekuensi transaksi harian bursa tercatat menurun 6,85 persen menjadi 2,16 juta kali, dari sebelumnya 2,32 juta kali transaksi. Rata-rata volume transaksi harian juga melemah 14,37 persen menjadi 27,06 miliar lembar saham, dari 31,61 miliar lembar.

Penurunan turut terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI, yang merosot 22,46 persen menjadi Rp 17,54 triliun, dari Rp 22,63 triliun pada pekan sebelumnya.

Di sisi lain, investor asing mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp 920,24 miliar selama sepekan ini. Namun, sepanjang tahun 2025, investor asing masih mencatat nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp 38,33 triliun.

Pada pekan yang sama, BEI menyambut emiten baru, yakni PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB). Perusahaan ini menjadi emiten ke-24 yang tercatat di bursa pada 2025 dan bergerak di bidang angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk barang berupa alat berat dan kontainer. PJHB tercatat di Papan Pengembangan BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun (fund raised) sebesar Rp 158,4 miliar.

Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang 2025 adalah 156 emisi dari 76 emiten, senilai Rp 180,83 triliun. Dengan penambahan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 650 emisi dengan nilai nominal outstanding mencapai Rp 527,72 triliun dan US$ 139,34 juta yang diterbitkan oleh 136 emiten.

Selain itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 191 seri dengan nilai nominal Rp 6.423,84 triliun dan US$ 352,10 juta. Sementara itu, terdapat 7 emisi Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp 2,13 triliun.

Ilustrasi logo perusahaan PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) dan aktivitas pertambangan batu bara
Ecozone

PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) resmi mengakuisisi 72% saham PT Berau Usaha Mandiri (BUM) melalui PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), anak perusahaan BIKE. Direktur BIKE, Winston Mulyadi mengatakan akuisisi ini bertujuan untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha perusahaan serta memperluas portofolio usaha di bidang pertambangan. “Akuisisi ini diharapkan dapat mendukung pengembangan dan diversifikasi…

Kepingan emas batangan dengan latar belakang grafik pasar keuangan yang menunjukkan tren harga
Ecozone

Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat (9/10/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada Rabu (7/10/2026). Pergerakan emas dipengaruhi kekhawatiran inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi serta prospek kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.147,77 per ons troi pada pukul 00.43 GMT. Sementara…

Gedung Federal Reserve di Washington DC dengan latar belakang bendera Amerika Serikat
Ecozone

Risiko inflasi yang masih berada di atas target 2% membuat Federal Reserve (The Fed) tetap membuka peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) sebelum akhir 2026. Hal tersebut tercermin dalam risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) 15–16 September 2026 yang dirilis pada Rabu (7/10/2026). Dalam rapat tersebut, The Fed menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 3,75%–4,00%. Mayoritas pejabat The Fed menilai…