Ecozone

Biden Punya Banyak PR untuk Industri Otomotif , Apa Saja ?

306
×

Biden Punya Banyak PR untuk Industri Otomotif , Apa Saja ?

Sebarkan artikel ini
otomotif
Presiden Amerika Serikat Joe Biden Foto: CNN

FENESIA – Presiden baru Amerika Serikat Joe Biden diharapkan dapat membawa sektor otomotif ke arah yang lebih baik ketimbang era Donald Trump. Biden sudah menjelaskan akan membuat peralihan kebijakan begitu mulai bekerja di Gedung Putih.

Menurut Just Auto, berikut pekerjaan rumah buat Biden yang sudah dilantik menjadi Presiden AS ke-46.

Bergabung Kembali ke Perjanjian Paris

Pemerintahan Trump dikritik banyak ilmuan iklim dan aktivis lingkungan karena menarik AS dari perjanjian Paris yang sudah diadopsi PBB terkait komitmen negara-negara untuk mengurangi emisi untuk membatasi kenaikan suhu global.

Namun kebalikan dari itu, readyviewed Biden telah mengatakan akan membawa AS bergabung pada perjanjian tersebut pada hari pertamanya menjabat sebagai presiden.

Kondisi ini pastinya akan membuat sebagian perubahan di masa mendatang. AS bisa jadi bakal menerapkan pengetatan emisi sehingga mobil yang dijual di negeri Paman Sam menjadi lebih irit konsumsi bahan bakar.

Hal ini pastinya akan membuat ongkos produksi naik, namun setidaknya dapat membuat masa depan industri ke arah lebih baik mengingat semua pihak sedang berlomba mengembangkan mobil ramah lingkungan. Faktor emisi juga akan memudahkan ekspor mobil dari AS.

Mobil Irit Bahan Bakar

Di bawah pemerintahan Trump, kendaraan yang dijual di AS hanya perlu menunjukkan peningkatan 1,5 persen dalam penghematan bahan bakar rata-rata antara 2022 dan 2025. Itu menurun tajam dari 4,7 persen seperti yang diamanatkan presiden sebelumnya, Barack Obama.

Dampak dari penghematan bahan bakar akan mendorong produsen di AS membuat mobil seirit mungkin, entah menggunakan teknologi hybrid atau langsung ke murni listrik. Ini juga semakin menjauhkan orang di AS terhadap mobil pembakaran internal seperti SUV atau pikap kabin ganda yang sangat laris di sana.

Perbaikan Transportasi Umum

Calon bawahan Biden dalam jajaran kementerian sempat mengusulkan soal rencana infrastruktur transportasi senilai US$ 1 triliun, termasuk peningkatan 13 kali lipat dalam pendanaan transportasi umum. Diharapkan ini dapat memfokuskan sumber daya pada transportasi umum, pengurangan emisi, dan infrastruktur bagi kendaraan listrik.

Melunak dengan Iran

Pemerintahan Trump tidak hanya menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran, namun juga mengancam sanksi kepada siapa saja yang berdagang dengan negara itu. Hal ini membuat sejumlah pembuat mobil seperti PSA, Renault, hingga Daimler menarik bisnis dari Iran.

Sedangkan, tim Biden sebelumnya sempat berjanji akan berdamai dengan Iran dan menghapus segala pembatasn yang sudah dibuat. Kegiatan otomotif antara kedua negara diprediksi akan kembali menggeliat.

Ilustrasi logo perusahaan PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) dan aktivitas pertambangan batu bara
Ecozone

PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) resmi mengakuisisi 72% saham PT Berau Usaha Mandiri (BUM) melalui PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), anak perusahaan BIKE. Direktur BIKE, Winston Mulyadi mengatakan akuisisi ini bertujuan untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha perusahaan serta memperluas portofolio usaha di bidang pertambangan. “Akuisisi ini diharapkan dapat mendukung pengembangan dan diversifikasi…

Kepingan emas batangan dengan latar belakang grafik pasar keuangan yang menunjukkan tren harga
Ecozone

Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat (9/10/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada Rabu (7/10/2026). Pergerakan emas dipengaruhi kekhawatiran inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi serta prospek kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.147,77 per ons troi pada pukul 00.43 GMT. Sementara…

Gedung Federal Reserve di Washington DC dengan latar belakang bendera Amerika Serikat
Ecozone

Risiko inflasi yang masih berada di atas target 2% membuat Federal Reserve (The Fed) tetap membuka peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) sebelum akhir 2026. Hal tersebut tercermin dalam risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) 15–16 September 2026 yang dirilis pada Rabu (7/10/2026). Dalam rapat tersebut, The Fed menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 3,75%–4,00%. Mayoritas pejabat The Fed menilai…