Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat sekaligus ulang tahun ke-77 pendiri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (10/9/2026).
Dilansir dari laporan media, kehadiran Prabowo dalam acara tersebut menjadi momentum untuk mengenang rekam jejak kedekatannya dengan Presiden RI ke-6 tersebut sejak keduanya masih menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil).
Prabowo mengungkapkan bahwa ia dan SBY merupakan rekan satu angkatan di Akmil yang sama-sama berasal dari werving 1970.
“Saya satu angkatan dengan Pak SBY di Akademi Militer, masuknya satu angkatan, keluarnya angkatan di bawahnya, memang dari awal sudah kelihatan Bapak SBY memang taruna yang terbaik, tapi Prabowo Subianto taruna yang bisa diperbaiki,” kata Prabowo.
SBY diketahui meraih penghargaan Adhi Makayasa pada tahun 1973, sementara Prabowo menyelesaikan pendidikan militernya pada tahun 1974.
Di hadapan ribuan kader partai, Prabowo menegaskan bahwa latar belakang militer yang mereka miliki tidak menghalangi komitmen keduanya terhadap nilai-nilai kerakyatan dan demokrasi.
“Kita dididik dari kecil sebagai tentara rakyat yang berjuang untuk rakyat, jadi kita justru menghayati bahwa tentara itu adalah milik rakyat, dan kalau kita ingin terus berbakti mengabdi di bidang politik, kita harus menjalankan politik itu melalui demokrasi,” kata Prabowo.
Prabowo turut memberikan apresiasi atas langkah SBY dalam membangun partai politik dan memberikan teladan cara bersikap saat berada di dalam maupun di luar pemerintahan.
“Pak SBY memberi contoh, pensiunan keluarga tentara membuat partai, maju ke hadapan rakyat, mendapat mandat, demikian juga saya, kalau mencontek yang baik boleh, saya juga membuat partai, maju ke rakyat minta mandat, empat kali tidak diberikan mandat, tapi akhirnya dikasih juga,” kata Prabowo.
Selain itu, Prabowo memuji konsistensi Partai Demokrat yang tetap menjaga etika politik meskipun pernah mengalami pasang surut dalam dinamika kekuasaan.
“Waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki, Partai Demokrat tidak bakar-bakar, saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima, ya sudah, kita maju lagi,” kata Prabowo.
Menatap masa depan, Prabowo menyatakan optimisme bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia jika dipersiapkan dengan baik.
Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam melanjutkan tongkat estafet pembangunan bangsa yang telah dirintis oleh generasi sebelumnya.
“Pak SBY dan saya, kita generasi ibarat, kami adalah anak tangga yang akan digunakan oleh generasi yang lebih muda kita untuk naik, untuk mengambil alih tanggung jawab, untuk meneruskan kebangkitan bangsa Indonesia,” kata Prabowo.
Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat fondasi demokrasi dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional di masa depan.







