Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menghadapi risiko koreksi pada perdagangan Rabu (9/9/2026) setelah mencatatkan penguatan signifikan pada sesi sebelumnya.
Dilansir dari riset MNC Sekuritas, indeks sempat menguat 1,01% ke level 6.686 pada perdagangan Selasa dengan dukungan peningkatan volume pembelian yang cukup kuat.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa secara teknikal IHSG saat ini berada pada fase akhir wave v dari wave (c).
Ia menyarankan investor untuk tetap mencermati potensi kenaikan indeks menuju rentang area 6.736 hingga 6.812 sebagai target jangka pendek.
“Namun demikian, waspadai akan adanya potensi koreksi terdekat ke rentang 6.668–6.683,” kata Herditya.
Pihak MNC Sekuritas menetapkan area support IHSG berada pada kisaran 6.561 hingga 6.476, sementara level resistance diproyeksikan berada di rentang 6.705 sampai 6.755.
Sebagai informasi, support merupakan titik harga terendah yang diyakini mampu menahan penurunan, sedangkan resistance adalah titik harga tertinggi yang sering memicu aksi jual.
Terkait strategi investasi, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi buy on weakness untuk saham PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS) pada rentang harga Rp 1.520 hingga Rp 1.535 dengan target harga Rp 1.585–Rp 1.615 dan stoploss di bawah Rp 1.510.
Selanjutnya, perusahaan sekuritas tersebut menyarankan trading buy untuk saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) pada area Rp 655 hingga Rp 680 dengan target harga Rp 720–Rp 760 serta stoploss di bawah Rp 650.
Di sisi lain, Phintraco Sekuritas memiliki pandangan berbeda dengan memprediksi IHSG cenderung bergerak di zona hijau karena ditopang oleh kinerja sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar.
Sentimen positif pasar juga dipengaruhi oleh dibukanya kembali Bandara Soekarno-Hatta pasca penutupan akibat sebaran abu vulkanik erupsi Anak Krakatau.
Selain itu, penguatan data cadangan devisa Indonesia periode Agustus 2026 turut memberikan optimisme tambahan bagi para pelaku pasar modal domestik.
Investor saat ini sedang menanti rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2026 yang diperkirakan mengalami kenaikan tipis menjadi 117 dari posisi 116,8 pada bulan sebelumnya.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat IHSG telah ditutup di atas level moving average (MA) 5 dengan volume beli yang cenderung meningkat dan berpeluang menguji area 6.700 hingga 6.750.
“Namun perlu diwaspadai potensi terjadinya pullback akibat profit taking yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak,” tulis Phintraco Sekuritas dalam analisisnya.
Kenaikan harga minyak jenis Brent yang mendekati level US$ 100 per barel dinilai berisiko memperlebar defisit APBN 2026 karena melampaui asumsi harga dasar sebesar US$ 70 per barel.
Kondisi harga minyak yang tinggi dalam waktu lama berpotensi meningkatkan tekanan inflasi domestik yang membebani sektor transportasi, logistik, manufaktur, dan barang konsumsi.
Sebaliknya, sektor energi dan komoditas terkait energi diperkirakan akan menjadi sektor yang paling diuntungkan dalam kondisi pasar saat ini.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan daftar saham pilihan meliputi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Daftar rekomendasi tersebut juga mencakup saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), serta PT Indika Energy Tbk (INDY).







