Ecozone

Jumlah Investor RI Tembus 31,14 Juta, IHSG Terkoreksi 23% YTD

9
×

Jumlah Investor RI Tembus 31,14 Juta, IHSG Terkoreksi 23% YTD

Sebarkan artikel ini
Grafik pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia yang mencapai 31,14 juta jiwa pada Agustus 2026.
Jumlah investor di pasar modal Indonesia mencapai 31,14 juta jiwa hingga akhir Agustus 2026.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total investor di pasar modal Indonesia telah menyentuh angka 31,14 juta jiwa hingga akhir Agustus 2026, yang mencerminkan lonjakan sebesar 52,9% secara year to date dibandingkan posisi awal tahun, pada Senin (7/9/2026).

Dilansir dari laporan resmi OJK, pertumbuhan basis investor ini didorong oleh penguatan ekosistem digital serta pendalaman pasar modal yang konsisten dilakukan otoritas terkait.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyatakan, terdapat penambahan sebanyak 1,07 juta investor baru sepanjang bulan Agustus 2026 secara month to month.

Peningkatan jumlah partisipan pasar ini berlangsung seiring dengan kinerja positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup pada level 6.523,48 atau menguat 4,64% secara bulanan.

Meskipun demikian, IHSG secara keseluruhan masih mencatatkan koreksi sebesar 23,39% jika dihitung sejak awal tahun berjalan.

Data otoritas menunjukkan investor asing masih melakukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 1,19 triliun di pasar saham domestik selama periode Agustus.

Di tengah tekanan jual tersebut, likuiditas pasar saham justru menunjukkan indikasi perbaikan yang cukup signifikan.

Rata-rata bid ask spread di pasar saham pada bulan Agustus tercatat sebesar 1,17%, angka ini menyempit dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang berada di level 1,33%.

Kondisi likuiditas tersebut selaras dengan tren pemulihan pergerakan pasar domestik yang mulai terlihat stabil.

Sektor korporasi juga tetap menunjukkan aktivitas penghimpunan dana yang aktif melalui instrumen pasar modal.

Total nilai fundraising yang berhasil dihimpun korporasi domestik hingga akhir Agustus mencapai angka Rp 128,8 triliun secara year to date.

OJK mengonfirmasi terdapat 24 rencana penawaran umum perdana saham atau IPO yang saat ini masih berada dalam pipeline pemrosesan.

Inovasi produk di Bursa Efek Indonesia (BEI) turut memberikan kontribusi, terutama dengan peluncuran instrumen ETF emas.

Sejak diperkenalkan pada 10 Agustus, sebanyak tujuh produk ETF emas telah diterbitkan oleh tujuh manajer investasi yang berbeda.

Tujuh produk ETF emas tersebut berhasil mencatatkan total dana kelolaan sebesar Rp 90,39 miliar.

Selain pasar saham, aktivitas perdagangan di sektor keuangan derivatif juga mencatatkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Volume transaksi derivatif secara kumulatif terhitung sejak Januari hingga Agustus mencapai 352.853 lot.

Perkembangan ini menandakan diversifikasi instrumen investasi yang semakin diminati oleh para pelaku pasar di Indonesia.

OJK berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas pasar melalui pengawasan ketat terhadap ekosistem pasar modal dan keuangan derivatif.