Ecozone

Strategi Prajogo Pangestu Perkuat Penguasaan Saham di Emiten Hapsoro

29
×

Strategi Prajogo Pangestu Perkuat Penguasaan Saham di Emiten Hapsoro

Sebarkan artikel ini
Logo PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Singaraja Putra Tbk (SINI) di layar bursa efek
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) resmi mengumumkan rencana pengambilalihan saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) sebesar 27,78%.

Jakarta – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), melalui entitas anaknya PT Petrosea Tbk (PTRO), resmi mengumumkan rencana pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang dimiliki oleh Happy Hapsoro pada Jumat (4/9/2026).

Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, aksi korporasi ini bertujuan untuk menjadikan CUAN sebagai pemegang saham pengendali baru dengan porsi kepemilikan sebesar 27,78% di emiten milik suami Ketua DPR RI tersebut.

Manajemen CUAN saat ini sedang melakukan negosiasi intensif dengan para pemegang saham SINI terkait mekanisme transaksi, penentuan harga, hingga jadwal penyelesaian akuisisi.

“Rencana Pengambilalihan, maka CUAN (melalui entitas anaknya) akan menjadi pemegang saham terbesar pada SINI dan sekaligus memiliki pengendalian terhadap arah dan kebijakan perusahaan dan manajemen SINI,” kata manajemen CUAN.

Pihak CUAN berkomitmen untuk melaksanakan penawaran tender wajib atau menunjuk perusahaan terkendalinya setelah akuisisi rampung, sesuai dengan ketentuan dalam POJK 9/2018.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya perseroan dalam menambah aset serta memperluas jaringan usaha di sektor pertambangan.

Selain itu, akuisisi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang CUAN untuk bertransformasi menjadi perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan yang terintegrasi secara penuh.

Kinerja keuangan CUAN menunjukkan pertumbuhan signifikan selama semester I 2026 dengan perolehan pendapatan mencapai US$ 736,11 juta.

Angka pendapatan tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 59,29% secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar US$ 462,12 juta.

Segmen penjualan batu bara menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai US$ 249,34 juta.

Selain itu, pendapatan dari sektor penambangan tercatat sebesar US$ 233,06 juta, konstruksi dan rekayasa US$ 196,23 juta, serta jasa sebesar US$ 28,51 juta.

Segmen EPCI-minyak bumi dan gas lepas pantai memberikan kontribusi sebesar US$ 28,02 juta, sementara sektor lainnya menyumbang US$ 945 ribu.

Beban pokok perusahaan tercatat sebesar US$ 634,48 juta, sehingga menghasilkan laba kotor sebesar US$ 101,63 juta atau melonjak 112,01% secara year-on-year.

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada paruh pertama tahun ini mencapai US$ 19,78 juta, meningkat tajam sebesar 918,01% dibanding tahun lalu.

Meskipun terjadi lonjakan laba, perolehan tersebut belum melampaui rekor tertinggi yang pernah dicapai perusahaan pada semester I 2024 sebesar US$ 29,57 juta.

Per 30 Juni 2026, total aset yang dimiliki CUAN tercatat sebesar US$ 2,65 miliar, yang terdiri dari liabilitas sebesar US$ 2,01 miliar dan ekuitas sebesar US$ 638,37 juta.

Total aset perseroan mengalami sedikit penurunan sebesar 1,60% jika dibandingkan dengan posisi aset pada akhir tahun 2025.