News

Polisi Ungkap Kebakaran Kantor TN Meru Betiri Akibat Korsleting Listrik

10
×

Polisi Ungkap Kebakaran Kantor TN Meru Betiri Akibat Korsleting Listrik

Sebarkan artikel ini
Gedung kantor Taman Nasional Meru Betiri di Jember yang mengalami kerusakan parah akibat kebakaran
Kantor Taman Nasional Meru Betiri di Jember mengalami kebakaran hebat yang diduga disebabkan oleh korsleting listrik.

Jember – Kantor Taman Nasional (TN) Meru Betiri yang berlokasi di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, mengalami kebakaran hebat pada Senin (31/8/2026) malam yang diduga dipicu oleh korsleting arus pendek listrik.

Dilansir dari jatim.jpnn.com, insiden ini mengakibatkan kerusakan parah pada bagian bangunan kantor namun tidak menimbulkan korban jiwa meski terdapat sejumlah pegawai di dalam gedung saat peristiwa berlangsung.

Kapolsek Sumbersari Kompol Heri Supadmo menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab utama dari musibah tersebut.

Tim Inafis Polres Jember telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pengumpulan bukti-bukti pendukung.

Petugas kepolisian telah memasang garis polisi di sekitar ruangan yang terdampak kebakaran untuk menjaga sterilitas area selama proses investigasi berlangsung.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, namun dugaan sementara kebakaran karena korsleting listrik,” kata Heri.

Pihak berwenang juga tengah mendalami keterangan dari sejumlah saksi mata, terutama para pegawai kantor yang berada di lokasi saat api pertama kali muncul.

“Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, meskipun saat kejadian beberapa pegawai berada di dalam kantor,” ujar Heri.

Kepala Balai TN Meru Betiri Wiwied Widodo mengungkapkan bahwa hampir separuh bagian dari bangunan kantor mengalami kerusakan akibat jilatan api.

Estimasi kerugian materiil untuk bangunan gedung diperkirakan mencapai angka di atas Rp100 juta, namun nilai total kerugian belum dapat dipastikan sepenuhnya.

“Hampir separuh Kantor TN Meru Betiri terdampak kebakaran dan kalau bangunan gedung angkanya di atas Rp100 juta, namun perabotan dan lainnya masih belum bisa ditaksir total kerugian,” kata Wiwied.

Petugas sempat melakukan upaya penyelamatan terhadap sejumlah kendaraan operasional yang terparkir serta peralatan elektronik sebelum api membesar dan meluas ke ruangan lain.

Kondisi operasional kantor saat ini mengalami kendala teknis akibat terputusnya aliran listrik pascakebakaran.

Meski demikian, pihak manajemen tetap mengupayakan agar pelayanan publik dan aktivitas perkantoran tetap berjalan secara terbatas dengan fasilitas yang tersedia.

“Saat ini listrik pun masih padam, namun aktivitas perkantoran dan pelayanan tetap berjalan dengan kondisi seadanya,” kata Wiwied.

Sebagian besar pegawai TN Meru Betiri kini memilih untuk menjalankan tugas pekerjaan dari rumah sebagai dampak dari belum pulihnya sistem kelistrikan di area kantor.

Hingga saat ini, pihak TN Meru Betiri masih menunggu hasil laporan resmi dari Tim Inafis untuk menentukan langkah perbaikan bangunan selanjutnya.