Ecozone

IHSG Sesi I Menguat 0,60%, Asing Borong BBRI hingga BBCA

2
×

IHSG Sesi I Menguat 0,60%, Asing Borong BBRI hingga BBCA

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia
IHSG menguat 0,60% ke level 6.564 pada perdagangan sesi pertama, Selasa (1/9/2026).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,60% ke level 6.564 pada perdagangan sesi pertama, Selasa (1/9/2026), di tengah dominasi aksi beli oleh investor asing.

Dilansir dari Bursa Efek Indonesia (BEI), kenaikan indeks ini didukung oleh performa positif dari 385 saham, sementara 221 saham mengalami koreksi dan 183 saham lainnya tidak mencatatkan perubahan harga.

Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi harian mencapai Rp 10,21 triliun dengan volume perdagangan sebesar 28,49 miliar saham serta frekuensi transaksi sebanyak 1,54 juta kali.

Kapitalisasi pasar IHSG pada sesi pertama ini tercatat mencapai angka Rp 11.488 triliun.

Dikutip dari Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net foreign buy dengan total nilai mencapai Rp 972,64 miliar.

Secara rinci, total foreign buy tercatat sebesar Rp 2,99 triliun, sedangkan foreign sell berada di angka Rp 2,02 triliun.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi aset yang paling banyak dibeli oleh investor asing dengan nilai transaksi mencapai Rp 405,96 miliar.

Posisi selanjutnya ditempati oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai transaksi Rp 178,78 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 160,20 miliar.

Dari total sebelas sektor yang terdaftar di BEI, sembilan sektor berhasil ditutup di zona hijau.

Sektor industri memimpin kenaikan dengan apresiasi sebesar 2,45%.

Salah satu emiten yang memberikan kontribusi signifikan adalah PT United Tractors Tbk (UNTR) yang mengalami kenaikan harga sebesar 5,68% ke posisi Rp 25.275.

Kinerja bursa saham domestik ini berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang justru terkoreksi.

Indeks Nikkei tercatat melemah 0,16%, Hang Seng turun 1,14%, dan Straits Times tergelincir 0,67%.

Berbeda dengan tren regional tersebut, Shanghai Composite mampu mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,03%.

Daftar saham yang masuk kategori top gainers meliputi PT Singarja Putra Tbk (SINI) yang naik 11,74% ke Rp 11.900, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik 15,20% ke Rp 1.705, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 6,25% ke Rp 204.

Sementara itu, daftar saham top losers diisi oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang turun 4,95% ke Rp 9.125, PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) turun 4,89% ke Rp 175, dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) turun 4,63% ke Rp 206.

Seluruh pergerakan harga saham tersebut mencerminkan dinamika pasar modal yang masih dipengaruhi oleh sentimen investor institusi asing di sesi pertama perdagangan hari ini.

Analisis pasar menunjukkan bahwa arus modal masuk ke sektor-sektor utama menjadi penggerak utama indeks di tengah ketidakpastian ekonomi regional.

Aktivitas perdagangan yang cukup tinggi mencapai 1,54 juta frekuensi menunjukkan tingginya minat pelaku pasar terhadap saham-saham berkapitalisasi besar.

Kondisi ini menegaskan bahwa IHSG masih memiliki ketahanan yang cukup kuat dibandingkan dengan indeks saham negara tetangga di Asia.