Jakarta – Harga saham PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 306,90% sejak awal tahun hingga Selasa (1/9/2026) karena sentimen rencana rights issue jumbo guna mendanai ekspansi bisnis properti di Surabaya dan Maja.
Dilansir dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham KOTA dibuka menguat 15,74% ke level Rp 250 per lembar pada sesi pagi dengan volume transaksi mencapai 14,51 juta lot senilai Rp 341,78 miliar.
Antrean beli saham KOTA tercatat mencapai 2,51 juta lot dengan frekuensi transaksi sebanyak 8.924 kali, sementara investor asing melakukan pembelian bersih sebesar Rp 135 miliar pada sesi sebelumnya.
Perseroan berencana menerbitkan hingga 100 miliar saham baru dengan target perolehan dana mencapai Rp 4,4 triliun melalui aksi korporasi tersebut.
Alokasi dana sebesar Rp 1,2 triliun akan digunakan untuk mengambil alih 99,99% saham PT ADI dari PT Michel Energi (ME), sedangkan Rp 3,2 triliun dialokasikan untuk mengakuisisi 99,99% saham PT MGP dari pihak yang sama.
Sisa dana hasil penerbitan saham baru tersebut akan dimanfaatkan oleh perusahaan untuk modal kerja, kegiatan operasional, serta pengembangan usaha secara umum.
Penerbitan saham baru ini setara dengan sekitar 90,46% dari modal ditempatkan dan disetor penuh KOTA setelah pelaksanaan rights issue selesai.
Manajemen KOTA menyatakan bahwa aksi korporasi tersebut tidak akan mengubah posisi pengendali perseroan meskipun terdapat potensi dilusi signifikan bagi pemegang saham lama.
Akuisisi PT ADI dan PT MGP bertujuan untuk mendapatkan akses terhadap land bank seluas total 571 hektare, yang terdiri dari 23 hektare di Surabaya dan 548 hektare di Maja.
Lahan di Surabaya diproyeksikan untuk pengembangan kawasan mixed-use, industri ringan, maupun properti premium seperti hotel dan perkantoran.
Penguasaan lahan di Maja memungkinkan perusahaan untuk membangun kota mandiri, kawasan industri, serta fasilitas logistik berskala besar.
Manajemen memperkirakan bahwa akuisisi ini akan meningkatkan total aset, nilai buku, serta kapasitas leverage perseroan secara keseluruhan.
PT DMS Propertindo Tbk merupakan pengembang properti dan pengelola hotel yang berbasis di Jakarta dengan portofolio seperti Accola Park Serpong dan Accola Residence.
Kinerja keuangan perseroan menunjukkan pemulihan signifikan dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 16,04 miliar pada semester pertama 2026, berbanding terbalik dari posisi rugi Rp 14,12 miliar pada periode tahun sebelumnya.
Pendapatan perusahaan tercatat melonjak menjadi Rp 67,29 miliar hingga akhir Juni 2026, yang didorong oleh kontribusi bisnis hotel sebesar Rp 41,92 miliar dan penjualan tanah sebesar Rp 25,37 miliar.
Tambahan land bank tersebut diharapkan mampu menghasilkan potensi margin pembangunan, capital gain, serta pendapatan berulang bagi perusahaan di masa mendatang.







