Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Jumat (28/08/2026) setelah mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 1,81% ke level 6.521 pada sesi sebelumnya.
Dilansir dari riset Binaartha Sekuritas, penguatan tersebut didorong oleh keberhasilan indeks menembus level resisten minor di angka 6.508.
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan bahwa momentum positif ini berpotensi berlanjut untuk menguji level resisten 6.545 selama IHSG mampu bertahan di atas level support 6.435.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish,” kata Ivan Rosanova.
Secara teknikal, level support IHSG saat ini berada di angka 6.435, 6.352, 6.230, dan 6.080, sementara level resisten berada di 6.545, 6.666, 6.835, dan 6.916.
Sebagai informasi, support merupakan titik harga terendah di mana tekanan beli biasanya meningkat, sedangkan resistance adalah tingkat harga tertinggi yang sering memicu aksi jual.
Untuk perdagangan hari ini, Ivan Rosanova merekomendasikan investor untuk mencermati saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan target harga Rp 1.760 dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di level Rp 3.230.
Rekomendasi lainnya meliputi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan target Rp 4.280, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di level Rp 195, serta PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan target harga Rp 25.100.
Di sisi lain, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pergerakan IHSG akan membentuk pola high baru yang didukung oleh tren penguatan atau uptrend.
Nafan Aji Gusta menjelaskan bahwa indikator MA20 dan MA60 telah menunjukkan positive crossover, sementara indikator Stochastics KD memberikan sinyal positif dan RSI berpotensi membentuk pola golden cross.
Menurutnya, stabilitas situasi politik dan keamanan dalam negeri pasca-aksi penyampaian pendapat di Gedung DPR RI yang berjalan damai telah memberikan sentimen positif bagi para pelaku pasar.
Selain itu, komitmen DPR RI untuk mengesahkan UU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026 turut memberikan kepastian regulasi yang dinantikan oleh investor.
Meskipun demikian, pasar tetap diimbau untuk mewaspadai depresiasi mata uang rupiah yang melemah 0,11% ke level Rp 17.744 per dolar AS karena berisiko menekan arus modal asing.
Terkait strategi investasi, Nafan Aji Gusta merekomendasikan saham PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).
Analisis teknikal yang komprehensif dari para ahli ini menunjukkan bahwa optimisme pasar masih terjaga meskipun terdapat tantangan makroekonomi dari fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Pelaku pasar diharapkan tetap memperhatikan batasan risiko pada level support yang telah ditentukan guna memitigasi potensi pembalikan arah harga saham secara tiba-tiba.
Kondisi pasar modal domestik saat ini mencerminkan respons investor terhadap perkembangan kebijakan publik dan stabilitas sosial yang terjadi sepanjang pekan ini.







