Ecozone

Pertamina Kaji Kecocokan Minyak Mentah Rusia untuk Kebutuhan Kilang Nasional

140
×

Pertamina Kaji Kecocokan Minyak Mentah Rusia untuk Kebutuhan Kilang Nasional

Sebarkan artikel ini
e6626e898e31f4f9c9b6f8a0904f42e5.jpg
e6626e898e31f4f9c9b6f8a0904f42e5.jpg

Jakarta – PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapan untuk meninjau rencana pembelian minyak mentah asal Rusia guna memperkuat ketahanan energi nasional. Perusahaan saat ini tengah mengkaji kecocokan spesifikasi minyak mentah tersebut agar dapat diolah secara efisien di kilang-kilang milik Pertamina.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti seluruh arahan serta regulasi yang ditetapkan pemerintah terkait kebijakan tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi domestik.

Modernisasi Kilang Jadi Kunci

Baron menambahkan, proses adaptasi terhadap jenis minyak mentah baru didukung oleh program modernisasi kilang yang tengah berjalan. Melalui peningkatan fasilitas ini, Pertamina diharapkan memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam mengolah berbagai variasi minyak mentah dari berbagai negara di masa depan.

Saat ini, pembicaraan mengenai rencana pengadaan minyak dari Rusia masih berada di tingkat pemerintah. Pertamina berkomitmen tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan hukum, serta perhitungan aspek komersial dan operasional dalam setiap peluang kerja sama yang dijajaki.

Strategi Diversifikasi Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa penjajakan kerja sama dengan Rusia merupakan langkah strategis untuk merespons gejolak pasar energi global. Kerja sama ini menjadi salah satu prioritas hasil pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin.

Cakupan kerja sama tersebut tidak terbatas pada perdagangan minyak, tetapi juga pengembangan kilang serta pemanfaatan teknologi energi. Selain itu, pemerintah mulai membuka peluang kolaborasi jangka panjang di sektor energi bersih sebagai bentuk diversifikasi untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Ilustrasi logo perusahaan PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) dan aktivitas pertambangan batu bara
Ecozone

PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) resmi mengakuisisi 72% saham PT Berau Usaha Mandiri (BUM) melalui PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), anak perusahaan BIKE. Direktur BIKE, Winston Mulyadi mengatakan akuisisi ini bertujuan untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha perusahaan serta memperluas portofolio usaha di bidang pertambangan. “Akuisisi ini diharapkan dapat mendukung pengembangan dan diversifikasi…

Kepingan emas batangan dengan latar belakang grafik pasar keuangan yang menunjukkan tren harga
Ecozone

Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat (9/10/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada Rabu (7/10/2026). Pergerakan emas dipengaruhi kekhawatiran inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi serta prospek kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.147,77 per ons troi pada pukul 00.43 GMT. Sementara…

Gedung Federal Reserve di Washington DC dengan latar belakang bendera Amerika Serikat
Ecozone

Risiko inflasi yang masih berada di atas target 2% membuat Federal Reserve (The Fed) tetap membuka peluang kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) sebelum akhir 2026. Hal tersebut tercermin dalam risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) 15–16 September 2026 yang dirilis pada Rabu (7/10/2026). Dalam rapat tersebut, The Fed menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 3,75%–4,00%. Mayoritas pejabat The Fed menilai…