Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi sebesar 0,38% ke level 6.436 pada penutupan perdagangan Rabu (16/9/2026) setelah sempat mencatatkan penguatan di sesi pertama.
Dilansir dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan pasar saham domestik hari ini menunjukkan tekanan jual yang signifikan dengan mayoritas saham berakhir di zona merah.
Sebanyak 439 saham tercatat mengalami koreksi, sementara hanya 210 saham yang mampu menguat dan 151 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Total nilai transaksi harian mencapai Rp 12,26 triliun dengan volume perdagangan sebesar 24,59 miliar saham yang melibatkan 1,85 juta kali frekuensi transaksi.
Kapitalisasi pasar IHSG tercatat berada pada posisi Rp 11.253 triliun saat penutupan bursa.
Sektor infrastruktur menjadi penekan utama indeks dengan pelemahan sebesar 1,39%, termasuk saham PT PP Tbk (PTPP) yang turun 1,52% ke harga Rp 195.
Sebanyak sembilan dari sebelas sektor yang terdaftar di bursa mencatatkan penurunan selama sesi perdagangan berlangsung.
Sejumlah emiten besar mencatatkan transaksi crossing, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai Rp 303,10 miliar di harga Rp 6.368.
Transaksi crossing juga terjadi pada saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) senilai Rp 166,65 miliar di harga Rp 437.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turut mencatat transaksi serupa senilai Rp 158,28 miliar pada harga Rp 3.330.
PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) melengkapi daftar transaksi besar dengan nilai Rp 106,30 miliar di harga Rp 11.391.
Kondisi bursa saham di kawasan Asia cenderung variatif, di mana indeks Nikkei naik 0,09%, Shanghai Composite tumbuh 0,71%, dan Hang Seng menguat 0,19%.
Indeks Straits Times di sisi lain menunjukkan pelemahan serupa dengan pasar domestik, yakni turun sebesar 0,06%.
Deretan saham top gainers hari ini dipimpin oleh PT Pakuan Tbk (UANG) yang naik 24,93% ke posisi Rp 4.210.
Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyusul dengan kenaikan 11,27% ke level Rp 11.350.
PT Singaraja Putra Tbk (SINI) juga mencatatkan kenaikan sebesar 8,43% dan ditutup pada harga Rp 13.475.
Di sisi lain, jajaran top losers mencakup PT MD Entertainment Tbk (FILM) yang terkoreksi 9,93% ke level Rp 680.
Penurunan juga dialami oleh PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) sebesar 7,94% menjadi Rp 197.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melengkapi daftar saham dengan penurunan terbesar setelah melemah 6,57% ke harga Rp 370.







