Techno

BSSN Pastikan Data Pribadi Menkomdigi yang Beredar Bukan Kebocoran Baru

3
×

BSSN Pastikan Data Pribadi Menkomdigi yang Beredar Bukan Kebocoran Baru

Sebarkan artikel ini
bssn-sebut-ramai-data-beredar-di-internet-bukan-kebocoran-baru
bssn sebut ramai data beredar di internet bukan kebocoran baru

Jakarta – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan bahwa dugaan kebocoran data pribadi yang beredar di internet saat ini bukan berasal dari insiden baru.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul ramainya kabar mengenai dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan BSSN, Sulistyo, menyatakan bahwa analisis awal menunjukkan data yang beredar merupakan kompilasi informasi lama.

“Begitu informasi awal ini muncul, tim kami langsung melakukan analisis, hasil analisis awal menunjukkan bahwa kebocoran data yang beredar bukan berasal dari insiden baru,” ujar Sulistyo pada Minggu (4/10).

Menurut Sulistyo, kumpulan data tersebut merupakan himpunan dari berbagai informasi terbuka serta kebocoran yang terjadi di masa lampau.

Pihak tertentu diduga sengaja menghimpun kembali data-data tersebut untuk diedarkan di ruang digital.

“Data itu merupakan himpunan dari berbagai informasi terbuka dan kebocoran data yang pernah terjadi sebelumnya, yang dikumpulkan ulang lalu diedarkan kembali oleh pihak tertentu,” tambah Sulistyo.

BSSN tetap menindaklanjuti peredaran data tersebut meskipun hasil analisis awal memastikan tidak ada peretasan sistem baru.

Lembaga ini berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta aparat penegak hukum untuk menelusuri sumber penyebaran data.

“Kami sepandangan dengan Kemkomdigi, meskipun ini data lama, kami tidak menganggapnya sepele,” tegas Sulistyo.

Ia mengakui bahwa data yang pernah bocor tetap berisiko disalahgunakan jika terus diperjualbelikan.

Sebelumnya, dugaan kebocoran data Meutya Hafid mencuat setelah sebuah akun Instagram mengklaim memiliki akses terhadap foto KTP, data keluarga, hingga kata sandi milik sang menteri.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menyatakan pihaknya telah melakukan pengusutan sejak Jumat (2/10).

Komdigi juga aktif berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk memblokir situs-situs yang teridentifikasi memperjualbelikan data pribadi.

BSSN mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan tangkapan layar atau potongan data pribadi milik orang lain di media sosial.

“Setiap kali kita membagikannya ulang, kita ikut memperpanjang risikonya, mari kita jaga ruang digital bersama dengan tidak ikut memviralkan,” pesan Sulistyo.

Masyarakat diminta meningkatkan keamanan akun dengan mengganti kata sandi secara berkala dan mengaktifkan verifikasi dua langkah.

BSSN juga mengingatkan publik untuk tidak mengunggah data pribadi ke platform digital guna mencegah risiko penyalahgunaan.