Ecozone

Sinar Mas Dampingi Peremajaan 1.797 Hektare Kebun Sawit Musi Rawas

5
×

Sinar Mas Dampingi Peremajaan 1.797 Hektare Kebun Sawit Musi Rawas

Sebarkan artikel ini
Sinar Mas Agribusiness and Food mendampingi KUD Sadar Sejahtera dalam program Peremajaan Sawit Rakyat di Musi Rawas.
Sinar Mas mendampingi 2.000 pekebun mandiri dalam program Peremajaan Sawit Rakyat seluas 1.797 hektare di Musi Rawas.

Musi Rawas, Sumatera Selatan – Sinar Mas Agribusiness and Food mendampingi Koperasi Unit Desa (KUD) Sadar Sejahtera dalam pelaksanaan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang mencakup lahan seluas 1.797 hektare dan melibatkan lebih dari 2.000 pekebun mandiri pada Senin (14/9/2026).

Dilansir dari keterangan tertulis perusahaan, pendampingan ini mencakup aspek teknis peremajaan tanaman, penguatan tata kelola koperasi, fasilitasi akses pembiayaan, penerapan praktik perkebunan yang baik, hingga penyediaan akses beasiswa pendidikan.

Program PSR merupakan inisiatif pemerintah untuk mengganti tanaman kelapa sawit yang kurang produktif dengan bibit berkualitas guna meningkatkan hasil panen tanpa perlu melakukan pembukaan lahan baru.

Pendanaan program tersebut dikelola dan disalurkan secara langsung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kepada para petani yang memenuhi syarat.

Head of PSR Sinar Mas Agribusiness and Food, Muhammad Iqbal, menyatakan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari empat pilar kemitraan sawit rakyat yang meliputi PSR, sarana dan prasarana (sarpras), pembiayaan, serta beasiswa.

“Koperasi tidak hanya dipersiapkan agar mampu memenuhi persyaratan PSR, tetapi juga didorong untuk memiliki tata kelola dan administrasi yang semakin baik, agar koperasi menjadi bankable sehingga mampu mengakses sumber pembiayaan secara lebih proporsional dan profesional,” kata Iqbal.

Tim Center of Excellence (CoE) PSR Sinar Mas Agribusiness and Food bertugas memfasilitasi komunikasi antara pihak koperasi dengan lembaga perbankan serta membantu pekebun dalam melengkapi persyaratan administrasi.

Ketua KUD Sadar Sejahtera, Arman Fahmi, mengakui bahwa kolaborasi dengan pihak perusahaan sangat membantu petani dalam mengelola kebun karena keterbatasan pengetahuan teknis yang dimiliki oleh anggota koperasi.

“Kalau tidak bermitra, lebih susah mengurus kebun karena pengetahuan kami terbatas,” kata Arman.

Dalam kerja sama tersebut, pekebun mendapatkan bimbingan teknis mengenai penerapan Good Agricultural Practices (GAP), teknik pemupukan, penyemprotan, serta manajemen operasional kebun yang standar.

Perusahaan juga menyediakan akses bagi pekebun untuk mendapatkan bibit unggul Dami Mas sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas lahan.

Selain program PSR, pendampingan juga diarahkan untuk mengakses bantuan sarana dan prasarana dari BPDP bagi para anggota koperasi.

Pada 2025, KUD Sadar Sejahtera tercatat berhasil memperoleh bantuan pupuk yang dialokasikan untuk 138 pekebun dengan total luas lahan mencapai 173,87 hektare.

Bantuan tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman selama masa tunggu selama dua tahun hingga tanaman memasuki masa produktif.

Kemitraan ini juga mencakup sektor pendidikan melalui pendampingan akses beasiswa BPDP bagi keluarga pekebun sawit dan pelaku industri terkait.

Sejak 2024, tim CoE PSR Sinar Mas Agribusiness and Food membantu calon peserta beasiswa dalam proses sosialisasi, penyiapan dokumen, hingga bimbingan belajar secara daring dan tatap muka.

Iqbal mencatat bahwa pendampingan tersebut berdampak positif terhadap tingkat keberhasilan peserta dalam proses seleksi pendidikan tinggi.

Dari sekitar 100 pendaftar, sebanyak 80 orang lolos seleksi administrasi dan 20 orang di antaranya berhasil memperoleh beasiswa untuk jenjang pendidikan D1, D3, maupun S1.

Arman berharap program pendampingan ini dapat terus berlanjut guna memberikan manfaat ekonomi dan pendidikan yang lebih luas bagi keluarga pekebun.

“Kami berharap sosialisasi dan pendampingan ini terus dijaga,” kata Arman.

Pihak koperasi juga menaruh harapan agar lulusan dari program pendidikan tersebut nantinya dapat diserap sebagai tenaga kerja di kebun inti perusahaan.