Ecozone

Setahun IPO, MDLA Jajaki Peluang Ekspor Produk Kesehatan ke Afrika

5
×

Setahun IPO, MDLA Jajaki Peluang Ekspor Produk Kesehatan ke Afrika

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama MDLA Juliawati dalam sesi paparan publik mengenai strategi ekspansi ekspor alat kesehatan ke Afrika.
Direktur Utama MDLA Juliawati memaparkan rencana strategis perusahaan untuk memperluas ekspor alat kesehatan ke Afrika.

Jakarta – PT Medela Potentia Tbk (MDLA) mengumumkan rencana strategis untuk memperluas jangkauan ekspor produk alat kesehatan ke luar kawasan Asia, termasuk wilayah Afrika, guna mendiversifikasi sumber pendapatan perusahaan pada Selasa (8/9/2026).

Dilansir dari laporan paparan publik perseroan, langkah ekspansi internasional ini dilakukan sebagai upaya memperkuat posisi bisnis alat kesehatan yang diproduksi secara mandiri di samping bisnis distribusi utama perusahaan.

Direktur Utama MDLA, Juliawati, menyatakan bahwa perusahaan saat ini telah merealisasikan ekspor ke dua negara, yakni Kamboja dan Timor Leste.

“Selain jual di market lokal Indonesia, kami juga sudah melakukan ekspor,” kata Juliawati.

Perseroan menargetkan realisasi ekspansi ke negara baru lainnya dapat tercapai pada akhir tahun 2026 dan berlanjut pada tahun berikutnya.

Strategi pertumbuhan bisnis ini didukung oleh fasilitas produksi mandiri yang mulai dioperasikan oleh perusahaan sejak tahun 2023.

Guna memperkuat kapasitas distribusi domestik, MDLA tengah membangun gudang baru seluas 9.000 meter persegi di Medan, Sumatra Utara.

Fasilitas tersebut direncanakan akan mulai beroperasi pada kuartal keempat 2026 dengan dilengkapi teknologi penyimpanan bersuhu dingin.

Investor Relations MDLA, Harris Lesmana, menjelaskan bahwa pembangunan gudang di Medan merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi logistik di wilayah Sumatera.

Perusahaan juga telah mengakuisisi lahan untuk gudang pusat di Cikarang, Jawa Barat, dengan luas 10.000 meter persegi pada Agustus 2025.

Gudang pusat baru tersebut dirancang untuk menampung berbagai kategori produk, termasuk barang dengan kebutuhan suhu khusus antara 2 hingga 8 derajat Celsius.

Sepanjang semester pertama 2026, MDLA mencatat penambahan lima prinsipal baru yang mencakup segmen etika, consumer health, dan alat kesehatan.

Sektor manufaktur alat kesehatan perseroan menunjukkan kinerja positif dengan peningkatan volume produksi sebesar 8% selama paruh pertama tahun ini.

Produk-produk manufaktur tersebut kini telah tersebar luas di berbagai rumah sakit swasta maupun milik pemerintah di seluruh Indonesia.

MDLA juga berkomitmen untuk terus meningkatkan penetrasi pasar dengan mengikuti berbagai pameran skala nasional secara aktif.

Perusahaan tercatat melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada 15 April 2025 dengan harga saham sebesar Rp 188 per lembar.

Berdasarkan data keuangan semester pertama 2026, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 220,95 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 197,94 miliar.

Harga saham MDLA terpantau berada pada level Rp 208 dengan kondisi pergerakan yang cenderung stagnan pada perdagangan hari ini.

Pengembangan infrastruktur logistik dan ekspansi pasar luar negeri diproyeksikan menjadi pendorong utama keberlanjutan pertumbuhan pendapatan perusahaan di masa depan.