Ecozone

Kepercayaan Nasabah Tinggi, DPK BRI Tembus Rp1.580 Triliun

7
×

Kepercayaan Nasabah Tinggi, DPK BRI Tembus Rp1.580 Triliun

Sebarkan artikel ini
Gedung kantor pusat BRI di Jakarta dengan logo perusahaan terlihat jelas.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan perolehan DPK sebesar Rp1.580,7 triliun hingga akhir triwulan II 2026.

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan perolehan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.580,7 triliun hingga akhir triwulan II 2026, yang menunjukkan pertumbuhan 6,7% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.482,1 triliun, Selasa (8/9/2026).

Dilansir dari keterangan tertulis resmi perusahaan, Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menjelaskan bahwa capaian tersebut didorong oleh peningkatan rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) dari 65,5% menjadi 67,6%.

Strategi penguatan funding franchise difokuskan pada peningkatan intensitas transaksi nasabah agar layanan perbankan BRI menjadi relevan dengan kebutuhan finansial sehari-hari.

Pengguna aktif aplikasi perbankan digital BRImo telah mencapai 22,3 juta pengguna dengan total 3,3 miliar transaksi finansial dan volume transaksi mencapai Rp4.166 triliun pada periode tersebut.

Kontribusi transaksi digital juga terlihat melalui BRILink Agen yang mencatat peningkatan CASA sebesar 28,6% menjadi Rp30,7 triliun serta pertumbuhan fee income sebesar 16,3% menjadi Rp915,7 miliar.

Perusahaan terus memperluas jangkauan layanan digital ke luar negeri, termasuk peluncuran BRImo Taiwan pada 23 Agustus 2026 untuk menyasar diaspora Indonesia.

Sejak tahap soft launching pada 22 Maret 2026, platform BRImo Taiwan telah menarik lebih dari 1.460 pengguna yang memanfaatkan layanan perbankan 24 jam untuk pengiriman uang, transfer lokal, pembayaran QRIS, serta konversi valuta asing.

Aquarius Rudianto menyatakan bahwa fokus transformasi digital BRI tidak hanya terpaku pada jumlah pengguna atau volume transaksi semata.

“Target akhirnya adalah mengubah transaksi menjadi relationship, relationship menjadi CASA, dan CASA menjadi sumber pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi BRI,” kata Aquarius.

Manajemen BRI berkomitmen untuk mengintegrasikan seluruh ekosistem layanan, mulai dari merchant, QRIS, payroll, hingga transaction banking, guna memperkokoh posisi sebagai bank transaksi utama bagi seluruh segmen nasabah.

Keberhasilan strategi ini diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan dana murah secara organik melalui peningkatan aktivitas ekonomi nasabah di dalam ekosistem BRI.

Pengumuman kinerja keuangan ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Pusat BRI yang dihadiri oleh Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, serta jajaran direksi lainnya.

Peningkatan rasio dana murah ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur pendanaan perseroan di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.

Transformasi digital yang dilakukan BRI mencerminkan upaya perusahaan dalam beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap layanan perbankan modern.

Inisiatif ini akan terus dikembangkan untuk memastikan seluruh nasabah mendapatkan akses layanan keuangan yang efisien, aman, dan terintegrasi secara penuh.