Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana mengucurkan pendanaan hingga Rp 2 triliun kepada emiten Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), guna mendukung ekspansi bisnis mobility-as-a-service (MaaS) pada Rabu (2/9/2026).
Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, rencana pendanaan ini dituangkan dalam indicative non-binding term sheet yang ditandatangani antara VKTR dengan entitas bisnis Danantara, yakni PT Danantara Investment Management (DIM), dengan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) bertindak sebagai penanggung.
“Penandatanganan Term Sheet tersebut merupakan bagian dari proses penjajakan dan pembahasan awal para pihak sehubungan dengan potensi kerja sama berupa pendanaan untuk mendukung pengembangan dan ekspansi kegiatan usaha,” kata Direktur VKTR Indah Permatasari Saugi.
Berdasarkan kesepakatan awal tersebut, nilai pokok pendanaan maksimal sebesar Rp 2 triliun mencakup hak opsi konversi yang ketentuan detailnya akan diatur kemudian dalam dokumen definitif.
Dana tersebut rencananya akan dialokasikan oleh VKTR untuk membiayai pengadaan armada bus listrik dan truk listrik sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan.
Pihak perseroan menegaskan bahwa term sheet tersebut masih bersifat non-binding, sehingga belum menciptakan kewajiban mengikat bagi para pihak sebelum dokumen definitif ditandatangani.
Manajemen VKTR menyatakan bahwa rencana ini tidak memberikan dampak negatif secara material terhadap operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.
Sebaliknya, langkah ini diproyeksikan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan pendapatan VKTR dan entitas anak di masa mendatang.
Apabila transaksi telah mencapai tahap mengikat, VKTR berkomitmen untuk mematuhi regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait transaksi afiliasi dan benturan kepentingan.
Sebagai perusahaan yang berfokus pada perdagangan kendaraan listrik serta jasa karoseri, VKTR saat ini menjadi pilar utama bisnis hijau bagi Grup Bakrie.
Pada semester I 2026, VKTR mencatatkan penjualan neto sebesar Rp 646,62 miliar, yang merepresentasikan peningkatan 56,17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan tersebut ditopang oleh segmen perdagangan komponen suku cadang dan besi bekas sebesar Rp 533,53 miliar, serta penjualan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebesar Rp 114,72 miliar.
Perseroan membukukan laba neto sebesar Rp 10,08 miliar, atau naik 25% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Sebesar 88,79% dari total laba tersebut didistribusikan kepada pemegang saham nonpengendali, yang mencerminkan struktur kepemilikan pada anak usaha seperti PT VKTR Sakti Industries (VSI), PT Sarana Ekomobilitas Indonesia (SEI), dan PT Braja Mukti Cakra (BMC).
Kepemilikan VKTR di SEI tercatat meningkat signifikan dari 51% pada akhir 2025 menjadi 99,99% per 30 Juni 2026.
Sementara itu, di PT VKTR Sakti Industries, perseroan memegang kendali sebesar 60% saham, dengan sisanya dimiliki oleh pihak nonpengendali.
Keterlibatan Danantara melalui PT Danantara Investment Management diharapkan mampu memperkuat struktur permodalan VKTR dalam menghadapi tantangan ekspansi di sektor mobilitas listrik.







