Ecozone

Wall Street Melesat, Investor Kembali Buru Saham AI dan Teknologi

64
×

Wall Street Melesat, Investor Kembali Buru Saham AI dan Teknologi

Sebarkan artikel ini
Layar elektronik menampilkan data pergerakan indeks bursa saham Wall Street di New York
Indeks bursa Wall Street mencatat kenaikan signifikan yang didorong oleh lonjakan saham sektor teknologi pada Senin (3/8/2026).

New York – Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Senin (3/8/2026) yang dipicu oleh lonjakan harga saham sektor teknologi berkapitalisasi besar setelah sempat mengalami volatilitas tinggi sepanjang bulan Juli.

Dilansir dari CNBC Internasional, Dow Jones Industrial Average ditutup naik 693,38 poin atau 1,32% ke level 53.178,41, sementara indeks S&P 500 tumbuh 1,48% ke 7.600,50 dan Nasdaq Composite melesat 2,13% ke 25.913,90.

Manajer portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek, menyatakan bahwa investor kembali menunjukkan optimisme terhadap sektor teknologi setelah sejumlah emiten membukukan laba yang melampaui ekspektasi pasar.

“Pasar mulai menilai bahwa belanja modal perusahaan teknologi besar menghasilkan tingkat pengembalian investasi yang menarik,” kata Jed Ellerbroek.

Menurutnya, perusahaan semikonduktor dan entitas yang menjadi penerima manfaat dari belanja pusat data mencatat pertumbuhan lebih dari dua kali lipat pada kuartal kedua meskipun sempat mengalami koreksi tajam bulan lalu.

“Permintaan terhadap komputasi berakselerasi masih jauh lebih besar dibandingkan pasokannya, dan kesenjangan itu belum menyempit,” ujar Jed Ellerbroek.

Kenaikan pasar dipimpin oleh sektor layanan komunikasi dan teknologi, di mana saham Meta Platforms melonjak 6% dan Amazon naik lebih dari 4% hingga mencatatkan rekor kapitalisasi pasar sebesar US$ 3 triliun.

Saham Nvidia menguat hampir 3%, sementara Alphabet dan Microsoft masing-masing mencatatkan kenaikan hampir 5% dalam sesi perdagangan tersebut.

Pergerakan positif ini berbalik tajam dibandingkan kinerja bulan Juli, di mana ETF State Street Technology Select Sector SPDR sempat anjlok hampir 8% akibat kekhawatiran terhadap besarnya belanja modal untuk pengembangan kecerdasan buatan.

Sentimen pasar juga mendapatkan dorongan dari penurunan harga minyak dunia, dengan minyak mentah Brent turun 4,73% ke level US$ 83,77 per barel dan West Texas Intermediate melemah 5,11% ke US$ 80,34 per barel.

Meredanya ancaman konflik geopolitik di Timur Tengah setelah pernyataan terkait pembatalan rencana serangan turut memberikan ketenangan bagi para pelaku pasar modal.

Mitra sekaligus manajer portofolio Founder ETFs, Michael Monaghan, menyebut bahwa tekanan aksi jual terhadap saham-saham berbasis kecerdasan buatan mulai berkurang seiring dengan stabilnya situasi keamanan global.

“Beban aksi jual saham AI mulai hilang setelah likuidasi pekan lalu, selain itu pasar sebelumnya sempat khawatir akan muncul ketidakstabilan baru di Timur Tengah selama akhir pekan,” kata Michael Monaghan.

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sebesar hampir 6 basis poin menjadi 4,688% juga memberikan ruang bagi aset berisiko untuk menguat seiring meredanya kekhawatiran inflasi.

Pendiri Vital Knowledge, Adam Crisafulli, mengingatkan bahwa investor tetap harus bersikap waspada karena dinamika konflik global dapat kembali memengaruhi stabilitas pasar di masa depan.