Solok – Akses transportasi utama yang menghubungkan jalur Padang-Solok telah kembali dibuka untuk kendaraan dari kedua arah pada Rabu (23/9/2026) setelah sebelumnya sempat terputus akibat terjangan material banjir bandang pada Senin malam.
Dilansir dari jpnn.com, Kasat Lantas Polres Solok, Iptu Akbar Kharisma Tanjung, mengonfirmasi bahwa seluruh kendaraan kini sudah dapat melintasi jalur tersebut meskipun pengerjaan pembersihan sisa material banjir masih terus berlangsung di sejumlah titik terdampak.
Operasional alat berat di lapangan menyebabkan kondisi arus lalu lintas menjadi bersifat fluktuatif dan sangat bergantung pada situasi pengerjaan material di lokasi bencana.
Petugas kepolisian terus melakukan pengaturan lalu lintas secara ketat untuk menjaga kelancaran serta keselamatan para pengguna jalan yang melintasi area pembersihan.
Sistem pengalihan arus kendaraan dilakukan secara situasional dengan mengarahkan pengguna jalan ke jalur alternatif, seperti jalur Lingkar Pintu Angin, guna menghindari penumpukan di titik-titik krusial.
Pihak kepolisian senantiasa berkoordinasi dengan tim evakuasi dan pembersihan di lapangan sebelum mengambil keputusan terkait rekayasa lalu lintas demi efektivitas penanganan bencana.
Selain akses utama, jalur lingkar Pintu Angin di Koto Gaek Guguk, Kabupaten Solok, kini difungsikan secara optimal sebagai pendukung arus kendaraan selama proses normalisasi jalan berlangsung.
Iptu Akbar Kharisma Tanjung mengimbau para pengendara untuk tidak menerobos area pengerjaan karena tindakan tersebut dapat menghambat kinerja petugas dan membahayakan keselamatan diri sendiri.
“Kami mengimbau pengendara agar tidak menerobos dan mengganggu arus lalu lintas, karena masih ada pengerjaan material banjir dan evakuasi di rumah warga yang terdampak,” kata Akbar.
Pengendara diingatkan untuk selalu mematuhi arahan personel kepolisian di lapangan serta menyesuaikan kecepatan kendaraan mengikuti kondisi medan yang masih dipenuhi sisa material banjir.
Proses pembersihan jalan menjadi prioritas utama petugas bersama tim gabungan agar mobilitas logistik dan bantuan kemanusiaan tetap berjalan lancar menuju kawasan terdampak.
Selain fokus pada infrastruktur jalan, tim gabungan juga masih memprioritaskan upaya evakuasi dan pencarian terhadap satu orang warga yang dilaporkan hilang akibat bencana tersebut.
Data terbaru mencatat dampak bencana banjir bandang di wilayah tersebut telah mengakibatkan satu orang meninggal dunia, empat orang mengalami luka-luka, dan 32 jiwa terpaksa mengungsi.
Pemerintah daerah dan pihak terkait terus mengintensifkan pengerjaan pengangkutan material lumpur serta puing-puing yang menutupi kawasan permukiman dan akses jalan penghubung antarwilayah.
Seluruh personel di lapangan tetap disiagakan untuk mengantisipasi dinamika situasi di lokasi bencana hingga kondisi lalu lintas kembali normal sepenuhnya.







