Jakarta – Emiten sektor telekomunikasi PT Sinergi Inti Andalan Tbk (INET) resmi memperluas ekspansi bisnis infrastruktur kabel laut melalui akuisisi 60% saham perusahaan kontraktor spesialis PT Sarana Global Indonesia (SGI) senilai Rp 280,4 miliar pada Kamis (17/9/2026).
Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menyatakan bahwa aksi korporasi tersebut menjadikan SGI sebagai entitas anak perusahaan secara resmi.
“Pengambilan bagian atas saham baru yang mengakibatkan perseroan memiliki 60,00% saham SGI dan SGI menjadi entitas anak perseroan,” kata Muhammad Arif.
Strategi akuisisi ini dilakukan melalui mekanisme penerbitan 180.000 saham baru oleh SGI dengan nilai nominal Rp 100.000 per saham yang seluruhnya diserap oleh INET.
Total transaksi sebesar Rp 280,4 miliar tersebut mencakup nilai nominal saham sebesar Rp 18 miliar, sementara selisihnya dicatatkan sebagai agio saham dalam laporan keuangan perseroan.
SGI dikenal sebagai perusahaan penyedia jasa rekayasa, pengadaan, dan konstruksi atau engineering, procurement and construction (EPC) yang memiliki spesialisasi mendalam pada proyek kabel bawah laut.
Aset operasional yang dimiliki SGI meliputi kapal kabel khusus Pacific Guardian, tongkang penggelar kabel Nostag 10, serta fasilitas gudang kabel yang berlokasi di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Integrasi SGI ke dalam struktur bisnis INET bertujuan untuk membangun kapabilitas infrastruktur kabel laut yang menyeluruh, mencakup tahapan perencanaan, konstruksi, pengoperasian, hingga pemeliharaan.
Cakupan kegiatan usaha SGI meliputi pembangunan sentral telekomunikasi, jaringan transmisi, distribusi kabel telekomunikasi, serta pemasangan jaringan listrik dan konstruksi sipil sektor minyak dan gas bumi.
Langkah strategis ini diambil perseroan di tengah tren pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang semester pertama tahun 2026.
INET mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp 926,45 miliar pada enam bulan pertama tahun 2026, yang merepresentasikan lonjakan sebesar 1.958,68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 45 miliar.
“Kinerja semester I-2026 menunjukkan bahwa INET berada pada jalur pertumbuhan yang semakin kuat,” ujar Muhammad Arif.
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan pendapatan, laba bruto, dan laba usaha menjadi fondasi bagi perusahaan untuk menjaga disiplin operasional dan memperkuat struktur bisnis secara berkelanjutan.
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 33,67 miliar, meningkat 340,02% dibandingkan perolehan pada periode sebelumnya sebesar Rp 7,65 miliar.
Posisi aset perseroan per 30 Juni 2026 tercatat mencapai Rp 6,11 triliun, tumbuh 703,69% dari posisi 31 Desember 2025 yang sebesar Rp 760,37 miliar.
Sementara itu, ekuitas INET juga mengalami penguatan sebesar 787,42% menjadi Rp 3,81 triliun dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp 429,21 miliar.
Manajemen INET berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas sekaligus memperkuat struktur keuangan perusahaan di masa depan.
Perseroan menegaskan akan terus melaporkan setiap perkembangan material terkait operasional bisnis sesuai dengan ketentuan pasar modal yang berlaku di Indonesia.







