Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pengalamannya mengikuti lima kali pemilihan presiden membuktikan demokrasi di Indonesia berjalan. Empat kali kalah, Prabowo kini berdiri sebagai presiden.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (15/8/2025).
“Saya adalah bukti bahwa demokrasi kita berjalan karena saya ikut pemilu lima kali. Alhamdulillah empat kali kalah, tapi hari ini saya berdiri di depan majelis ini,” kata Prabowo di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.
Prabowo menilai perjalanan politiknya mencerminkan kuatnya sistem demokrasi Indonesia. Ia merasa ditakdirkan menjadi Presiden ke-8 RI karena memimpin perayaan Hari Kemerdekaan ke-80.
“Dirgahayu ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ucap Prabowo.
Diketahui, Prabowo telah lima kali mencalonkan diri sebagai presiden. Pada Konvensi Capres Golkar 2004, ia kalah dari Wiranto.
Pilpres 2009, Prabowo menjadi cawapres Megawati Soekarnoputri, namun kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.
Pada Pilpres 2014, Prabowo berpasangan dengan Hatta Rajasa, namun dikalahkan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Pilpres 2019, Prabowo berduet dengan Sandiaga Uno, namun kembali kalah dari Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
Pada Pilpres kelimanya, Prabowo menggandeng Gibran Rakabuming Raka sebagai wakilnya.
Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2025 dihadiri lebih dari 600 anggota dewan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menteri, tokoh publik, perwakilan negara sahabat, dan pimpinan partai politik.







